Oleh karena peranan strategis pemuda itulah Bung Karno berani mengatakan sesuatu yang masih dikenang hingga kini, "berikan kepadaku 1.000 orang tua aku sanggup mencabut Semeru dari uratnya. Tapi, berikan kepadaku 10 pemuda maka aku sanggup menggoncangkan dunia."
Pertanyaannya kini adalah pemuda seperti apa yang bisa menggoncangkan dunia dan menjadi pilar negara? Tentu saja jawabannya bukan pemuda yang suka menghabiskan waktunya dengan bersantai-santai, pasif, dan tidak mempunyai kesungguhan untuk terus berkarya. Adapun pemuda yang dimaksud tersebut haruslah pemuda yang berkualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pentingnya posisi pemuda sebagai tulang punggung suatu bangsa seharusnya membangun kesadaran bagi orang tua untuk mendidik anak-anaknya dan tentu saja harus menjadi kesadaran diri pemuda itu sendiri. Hal ini jelas karena suatu bangsa yang ingin maju tentu membutuhkan pemuda berkualitas, kreatif, mandiri, dan suka berkarya.
Jika semua pemuda Indonesia bertekad untuk menjadi pemuda berkualitas tentu saja impian akan kejayaan dan ketangguhan negara Indonesia nantinya besar kemungkinan akan terwujud. Ya, siapa pun pasti berharap akan muncul pemuda-pemuda tangguh yang mengikuti jejak para pahlawan bangsa.
Dengan demikian, cita-cita untuk menjadi pemuda yang paling berguna bagi negeri ini bukan lagi kata-kata tanpa arti. Tapi, sebuah impian yang bisa diwujudkan menjadi kenyataan manis. Tidak akan merugi jika karakter pemuda berkualitas terdapat pada diri kita. So, saatnya jadi pemuda yang berkualitas? Namun, adakah pemuda berkualitas?
Rofiqoh Hadiyati
Mahasiswi FIP Universitas Negeri Yogyakarta
rofiqoh_hadiyati@yahoo.co.id
085228375174 (msh/msh)











































