Ketika reformasi hadir dan membangunkan bangsa Indonesia dari dunia mimpi selama 32 tahun bangsa Indonesia mensyukuri akan peristiwa ini dan menjadikan sebagai lembaran baru di dalam perjalanan kehidupan berbangsa.
Tapi, ada satu hal yang tidak kita sadari bahwa reformasi selain membangunkan tetapi juga membuka mata dan pikiran rakyat Indonesia untuk siap menghadapi dunia nyata. Dalam situasi transisi seperti ini muncul pertanyaan yang mendasar apakah bangsa Indonesia siap untuk menghadapinya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih memprihatinkan ketika pemerintah cenderung mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan pihak-pihak tertentu, lambat dalam pemberantasan korupsi, melaksanakan pembangunan yang tidak merata di berbagai daerah, dan tidak dapat menekan angka kemiskinan.
Sementara itu rakyat Indonesia seharusnya mulai menyadari dan belajar untuk menghadapi situasi dunia yang lebih sulit. Tapi, pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih tertidur dan tidak mau bangun untuk menghadapinya.
Salah satu contoh yang konkret adalah terbiasanya rakyat Indonesia untuk disubsidi. Kondisi ini terjadi karena selama 32 tahun rakyat Indonesia selalu diberikan kemudahan dalam pola subsidi sehingga menyebabkan ketergantungan.
Saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi yang rumit akibat melonjaknya harga minyak dunia. Situasi di mana pemerintah harus menaikkan harga BBM bersubsidi tetapi rakyat Indonesia terlihat belum siap untuk menghadapi kenaikkan harga tersebut. Tetapi, situasi ini dapat menjadi suatu permulaan yang baik untuk menuju bangsa Indonesia yang mandiri.
Dengan berkurangnya subsidi pemerintah rakyat Indonesia harus belajar untuk hidup secara mandiri dan tidak bergantung kepada pemerintah. Selain itu biaya yang dikeluarkan untuk subsidi dapat dialokasikan untuk program-program yang meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Melihat kondisi seperti ini tepat rasanya jika Indonesia berada pada persimpangan antara kemandirian dan kehancuran. Dan, bangsa Indonesia harus memikirkan langkah yang tepat agar bangsa ini dapat menghindari kehancuran dan menuju ke arah kemandirian bangsa.
Ada pepatah "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" dan sudah selayaknya pepatah ini menjadi landasan untuk bangsa Indonesia di dalam melangkah menuju kemandirian. Pemerintah dan rakyat Indonesia harus bersatu dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.
Lalu apa yang harus dilakukan sebagai langkah awal dalam menuju bangsa yang mandiri? Pemerintah sebagai wakil yang telah dipilih dan dipercayakan oleh rakyat harus menciptakan program-program kegiatan yang bersifat menciptakan masyarakat yang mandiri. Misalnya, meningkatkan pemberian kredit bagi para pelaku dunia usaha, melakukan pemerataan pembangunan di seluruh daerah, meningkatkan pendidikan dan menciptakan lapangan kerja.
Ketika kesejahteraan rakyat Indonesia telah tercapai niscaya dukungan kepada pemerintah akan mengalir walaupun berada dalam kondisi yang sulit. Mengapa? Karena moto "bersatu kita teguh bercerai kita runtuh" telah melekat di hati setiap rakyat Indonesia.
David
Jl MH Thamrin No 8 Jakarta
david_l@ristek.go.id
0213169288
(msh/msh)











































