Logikanya kenaikan harga BBM ujung-ujungnya menaikkan harga bahan kebutuhan lain yang kian tidak terjangkau. Meskipun sadar dan tahu bahwa tanpa kenaikan harga BBM ekonomi nasional bisa bangkrut.
Bagi kami sekarang pun kami sudah bangkrut. Kalau nanti ekonomi bangkrut apa bedanya dengan yang sudah kami alami sekarang. Logika ini sangat kuat di benak kami yang kadang tidak bisa dirasakan oleh kelompok yang di atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau harga BBM dinaikkan dan ekonomi terhindar dari kebangkrutan pada dasarnya hanya para pemimpinlah yang ingin menghindarkan diri dari kebangkrutan. Para pemimpinlah yang ternyata tidak mau bersusah payah dan takut menderita.
Tanpa kenaikan harga BBM ekonomi negara bisa bangkrut. Penyebabnya, dana APBN habis untuk membayar subsidi BBM. Kalau APBN jebol kepanikan akan terjadi. Kalau sudah panik ekonomi bisa lebih bangkrut lagi. Bahkan, kepanikan yang bercampur kebangkrutan itu bisa membuat kekacauan.
Karena itu Subsidi BBM itu harus dicabut atau dikurangi untuk menghindarkan kebangkrutan, kepanikan, dan kekacauan itu. Toh, yang menikmati subsidi BBM pada dasarnya bukan orang kecil. Para pemilik mobil yang boros BBM dan para mafia, penyelundup BBM-lah yang menikmati paling banyak.
Dari satu sisi kenaikan harga BBM memang akan menyulitkan masyarakat. Tapi, tidak menaikkan BBM akan lebih menyulitkan lagi. Sungguh BBM sekarang menjadi sebuah dilema di negeri kita yang konon kaya minyak.
Rosi Sugiarto
rosi.sugiarto@pajak.go.id
Pondok TK AlFirdaus
Jl Jatisari BSB Mijen Semarang
(msh/msh)










































