Sebuah Dilema di Negeri Kaya Minyak

Sebuah Dilema di Negeri Kaya Minyak

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2008 07:37 WIB
Jakarta - Tiap kelompok punya logika berpikir sendiri dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Kami, rakyat kecil dan yang mengatasnamakan rakyat kecil  sangat khawatir. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan lebih menyengsarakan.

Logikanya kenaikan harga BBM ujung-ujungnya menaikkan harga bahan kebutuhan lain yang kian tidak terjangkau. Meskipun sadar dan tahu bahwa tanpa kenaikan harga BBM ekonomi nasional bisa bangkrut.

Bagi kami sekarang pun kami sudah bangkrut. Kalau nanti ekonomi bangkrut apa bedanya dengan yang sudah kami alami sekarang. Logika ini sangat kuat di benak kami yang kadang tidak bisa  dirasakan oleh kelompok yang di atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi kami, tugas para pemimpinlah untuk mencari jalan keluar. Kalau untuk menghindari kebangkrutan itu para pemimpin hanya bisa mencari jalan yang paling mudah yakni dengan menaikkan harga BBM, apa bedanya para pemimpin yang mendapatkan fasilitas mewah itu dengan orang biasa.

Kalau harga BBM  dinaikkan dan ekonomi terhindar dari kebangkrutan pada dasarnya hanya para  pemimpinlah yang ingin menghindarkan diri dari kebangkrutan. Para  pemimpinlah yang ternyata tidak mau bersusah payah dan takut menderita.

Tanpa kenaikan harga BBM ekonomi negara bisa bangkrut. Penyebabnya, dana APBN habis untuk membayar subsidi BBM. Kalau APBN jebol kepanikan akan terjadi. Kalau sudah panik ekonomi bisa lebih bangkrut lagi. Bahkan, kepanikan yang bercampur kebangkrutan itu bisa membuat kekacauan.

Karena itu Subsidi BBM itu harus dicabut atau dikurangi untuk menghindarkan  kebangkrutan, kepanikan, dan kekacauan itu. Toh, yang menikmati subsidi BBM  pada dasarnya bukan orang kecil. Para pemilik mobil yang boros BBM dan para mafia, penyelundup BBM-lah yang menikmati paling banyak.

Dari satu sisi kenaikan harga BBM memang akan menyulitkan masyarakat. Tapi, tidak menaikkan BBM akan lebih menyulitkan lagi. Sungguh BBM sekarang menjadi sebuah dilema  di negeri kita yang konon kaya minyak.

Rosi Sugiarto
rosi.sugiarto@pajak.go.id
Pondok TK AlFirdaus
Jl Jatisari BSB Mijen Semarang

(msh/msh)


Berita Terkait