Berbaik Hati dengan Berhemat Listrik

Berbaik Hati dengan Berhemat Listrik

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2008 08:02 WIB
Jakarta - Saya tercenung ketika menonton 'laporan' sebuah televisi swasta tentang pemborosan energi di kantor-kantor pemerintah dan swasta. Dalam bentuk penghamburan arus listrik, penggunaan AC, dan lain-lain.

Ditayangkanlah pemandangan di sebuah gedung departemen dan perkantoran yang sedang libur (karena memang hari libur). Namun, gedungnya terang-benderang pada siang hari. Lampu-lampu listrik itu menyala di balik dinding kaca, dan tampak dari kejauhan, di antara terik siang di luar gedung.

Sepertinya, sebagian dari kita memang masih saja lebih senang mengabaikan ajakan penting dari kepala negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berkali-kali mengingatkan agar segenap masyarakat melakukan penghematan energi. Sebab, sebagian besar energi yang dipergunakan itu masih disubsidi oleh anggaran pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden SBY, di televisi swasta lainnya, pada hari yang sama, juga mengingatkan lagi dengan perlunya penghematan ini. Presiden juga, dengan penuh optimistik mengajak segenap masyarakat Indonesia agar tak lelah-lelahnya bersikap optimistik pula. Tantangan selalu bermunculan, tapi kita harus terus berikhtiar mengatasinya.

Dan berbaik hati dengan penghematan energi, menurut saya, adalah sebuah ikhtiar yang menyehatkan dan menguntungkan diri sendiri serta orang banyak. Sebab, bila penghematan energi kita lakukan, subsidi pemerintah bisa dialihkan untuk menutupi kebutuhan lain yang tak kalah mendesaknya, seperti anggaran pendidikan, dana kesehatan, dana sosial untuk rakyat miskin.

Jadi, ya, berbaik hatilah dengan mulai berhemat. Hemat. Hemat. Hemat. Dan saya merasa beruntung, karena penghematan energi listrik khususnya, sudah menjadi tradisi dalam keluarga dan di kantor saya. Bila seseorang meninggalkan ruangan, maka lampu listrik segera dimatikan. Toh, tidak ada yang memerlukannya.

Bayangkan, bila dari satu rumah dan gedung memiliki kesadaran demikian. Betapa banyaknya listrik yang dapat dihemat di Jakarta setiap harinya. Hingga anggaran subsidi untuk energi itu dapat dialihkan untuk 'perbaikan' pendidikan, kesehatan, atau kehidupan sosial di tempat-tempat yang memerlukannya.

Demikianlah. Selamat berbaik hati.

Arie MP Tamba
Jl Kusuma Selatan B Blok E 10 No 10
Wismajaya Bekasi Timur
tamba_ari@yahoo.com
081382289229
(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads