Suasana makin ramai ketika para politisi beramai-ramai mengkapling segmen pasar organisasinya masing-masing. Layaknya spekulan tanah di Jakarta saja.
Ada yang mengklaim dirinya sebagai sahabat wong cilik. Ada juga yang mengiklankan dirinya sebagai pendekar orang "miskin".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir statemen salah satu politisi, berinisial 'AR' di salah satu media maya elektronik yang menyatakan, "pemerintah berjiwa inlander ketika mau menerimaΒ pengusaha dari India yang ingin berinvestasi di Indonesia melaluiΒ PT Krakatau Steel", adalah statemen yang tidak sepantasnya keluar dari mulut politisi kawakan sekaliber 'AR'.
Menurut saya sebagai orang awam AR sebaiknya berkoordinasi dengan pemerintah sebelum mengeluarkan pernyataan yang menjurus dan tendensius, mengumpulkan data dan informasi, kaitannya dengan investasi pengusaha India tersebut. Sudah tidak menjadi rahasia umum di negeri tercinta ini para politisi senangnya 'omdo'. Mengeluarkan pernyataan seenaknya, berjanji semaunya tanpa memikirkan efek dari pernyataan dan janji-janji mereka.
Pemerintah yang dituding memiliki watak 'inlander' pasti punya sejuta alasan ketika mengizinkan investor asing berinvestasi di sektor-sektor vital di negeri ini. Tidak seperti watak penjajah yang ingin menguras hasil negeri ini. Orientasi pemerintah pasti meningkatkan pendapatan negara yang berujung kepada kesejahteraan rakyat.
Daripada dicap rakyat sebagai politisi 'omdo' bagaimana kalau para politisi membantu mensosialisasikan program pemerintah yang pro rakyat? BOS, KUT, Raskin, Askeskin dan lain-lain, sehinggaΒ program tersebut tepat sasaran dan tidak dikorupsi.
Salam,
Venov Sirait
DPP BAYANGS
Sekretariat:
Jl Nangka No 2 Tanjung Barat,
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Tel: 781 55 19 (msh/msh)











































