Wibawa Pemerintah

Wibawa Pemerintah

- detikNews
Kamis, 24 Apr 2008 08:31 WIB
Wibawa Pemerintah
Jakarta - Siapakah yang berhak mengatakan bahwa Islam yang baku adalah seperti ini? MUI-kah? Pemerintahkah? Ulama mana yang berani mengatasnamakan Tuhan mengklaim ajarannya paling benar? Paling benar menurut siapa? Menurut dia sendiri.

So, apa sebaiknya yang perlu disikapi oleh pemerinah jika ada segelintir orang mendesak keinginannya untuk menyesatkan golongan lain. Atau bahkan mendesak untuk membubarkan ormas lain?

Ahmadiyah yang akhir-akhir ini mengisi headline news di berbagai media, rekomendasi Bakor Pakem untuk melarang Ahmadiyah menjadi satu fakta sejarah bahwa isu yang digotong oleh segelintir orang yang ingin memaksakan keinginannya kepada suatu golongan didukung oleh pemerintah yang notabene merupakan hak yang paling asasi warga negara yakni hak beragama dan berkeyakinan serta ibadah menurut keyakinannya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu ini berhasil menarik perhatian sejenak dari isu sentral yang ada yakni kemiskinan. Berbagai penyakit baik penyakit kesehatan maupun penyakit masyarakat, buta huruf, ketidakmampuan rakyat menyekolahkan anak, pengangguran yang begitu besar, korupsi, pilkada yang ricuh, dan sederet permasalahan ekonomi dan politik kita yang belum ada ujung pangkalnya.

Belajarlah dari sejarah. Ini satu isu yang kecil tapi sangat sensitif berkait erat dengan wibawa pemerintah untuk menunjukkan sikapnya yang bijaksana menghadapi keinginan rakyatnya yang berbeda-beda.

Pemerintah musti berhati-hati dalam mennyikapinya. Memang seperti buah simalakama. Namun, keputusan yang satu dibanding yang lain tentu perlu dihitung risikonya. Di atas itu semua musti sangat cermat. Apakah sikap dan keputusan yang diambil akan melanggar konstitusi Negara RI ataukah tidak.

Jangan meletakkan tanggung jawab kepada ormas lain untuk mengambil keputusan penting. Walaupun berjudul kumpulan para ulama karena ini menyangkut harkat hidup orang banyak. Bahkan hak yang paling asasi bagi warga Negara.

Kalau dengan tulisan ini hati pemerintah tak juga kunjung cerah saya tak tahu lagi harus menulis apa.

Dwi
Depok
braveman_id@yahoo.com
02194363090
(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads