Indonesia Surga yang Hilang

Indonesia Surga yang Hilang

- detikNews
Rabu, 23 Apr 2008 07:55 WIB
Indonesia Surga yang Hilang
Jakarta - "Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupmu, Tiada badai
tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman."


Siapa pun pasti tahu dan pernah mendengar syair lagu di atas. Syair lagu yang dipopulerkan oleh salah satu band legendaris Indonesia "Koes Ploes" ini sengaja saya kutip agar menjadi bahan renungan kita semua sebagai anak negeri yang hidup di tanah Ibu Pertiwi, Indonesia.

Katanya negeri kita ini adalah negeri surga. Negeri yang digambarkan oleh Koes Ploes dengan ungkapan kata-kata yang begitu menyentuh perasaan kita sebagai anak bangsa yang tengah hidup di tanah warisan nenek moyang kita yang bernama Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan analogi yang cukup sederhana inilah kita dibawa ke romantisme masa lalu akan keindahan alam (estetika) dan kesuburan tanah serta kekayaan alam yang melimpah ruah di negeri ini. Negeri yang pesonanya menebar harum ke seluruh pelosok dunia.

Negeri yang menghijau dari daratan Aceh hingga pegunungan di Merauke. Negeri yang keindahan lautnya menyebar dari Selat Malaka, ke Laut Jawa, hingga Laut Banda. Negeri yang kandungan alamnya menyembur dari ujung Caltex (Riau) ke kandungan minyak di Blog Cepu, hingga Freeport (emas dan tembaga) di kaki bukit Jayawijaya Papua.

Negeri yang subur akan beragam tanaman (jagung, padi, kacang kedelai, cengkeh, pala, kopi, kelapa) tersebar dari unjung Pulau We sampai perbatasan Papua Newguinea. Negeri yang mengundang decak kagum penghuni negeri lain di seantero belahan dunia.

Inilah INDONESIA, negeri surga yang hanya terucap lewat sebaris syair lagu, yang katanya tanpa kail dan jala pun ikan-ikan akan menghampiri serta kayu dan batu pun akan menjadi tanaman.

Konon, karena Keindahan dan kekayaan alam inilah, negeri kita menjadi pembius bangsa lain di seantero bumi. Banyak yang tergiur dengan pesona alamnya yang melimpah ruah dari daratan hingga lautan. Tak pelak menjadikan negeri kita sebagai pusat pengambilan rempah-rempah dan kekayaan alam lainnya untuk diperdagangkan di pasar dunia.

Negeri kita sempat menjadi pengekspor berbagai komoditi ke seluruh dunia lewat para pedagang Arab dan cina. Namun, akhirnya sejarah pun menorehkan sebuah catatan suram kepada negeri kita, karena kekayaan alamnya yang berlimpah ruah inilah, negeri kita menjadi ajang rebutan kaum kapitalis dunia yang dimotori bangsa portugis pada abad pertengahan.

Surga itupun ditemukan bangsa Barat, kolonialisme dan imperialisme tak dielakan. Bangsa Belandalah yang akhirnya menjadi pemenang untuk menguasai negeri ini selama kurun waktu 3,5 abad. Penjajahan yang cukup panjang itulah
menjadikan negeri ini tak lagi tanah surga. Kekayaan alamnya dirampas dan dijarah. Negeri ini diubah bak neraka.

Kini, setetlah 62 tahun negeri ini melepas diri dari kungkungan Kaum Imperialis. Ternyata surga itu hanyalah sebuah romantisme sejarah yang hanya menjadi cerita dongeng sebelum tidur, karena Surga itu telah hilang, dia telah hilang ditelan zaman dan murka waktu.

Negeri ini seakan tak sanggup bangkit dari bangkai sejarah yang kelam. Malah menjadi kerbau congek yang ditusuk hidungnya mengikuti kemauan Kaum Imperialis. Alih-alih mengimpikan tanah surga, malah negeri kita ini di-setting bak neraka bagi penghuninya. Semua kekayaan alam kita dipreteli satu per satu dan kehidupan anak bangsanya dimarginalkan bertahun-tahun. Bukan hanya oleh kaum imperialis tapi juga oleh pengkhianat-pengkhianat bangsa yang tega menjual aset-aset bangsanya sendiri.

Tampaknya, kita harus merenungi kembali 'Tanah Surga' yang menjadi sentilan lagu di atas. Tanah impian semua anak bangsa yang ingin hidup sejahtera dan makmur, tanah yang diwariskan oleh nenek moyang kita untuk negeri ini. Bukan cuma kayu dan batu jadi tanaman namun apa pun bisa menghidupi kita di negeri ini. Semoga.

Roevhy Mizzan Salampessy
Jl HR Rasuna Said Kav X-2 Jakarta
roe_vhy@yahoo.co.id
02191509102
(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads