Kehormatan DPR di Tangan Rakyat

Kehormatan DPR di Tangan Rakyat

- detikNews
Selasa, 22 Apr 2008 05:52 WIB
Kehormatan DPR di Tangan Rakyat
Jakarta - Mengikuti langkah dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan Badan Kehormatan (BK) DPR yang terjadi akhir-akhir ini sungguh suatu yang ironis yang sedang terjadi di negara ini. Terkhusus saya menyoroti langkah Badan Kehormatan DPR yang sangat berang terhadap lagu-lagu yang dipublikasikan oleh Slank. Terlebih saya mencermati salah satu anggota (atau mungkin Wakil Ketua BK DPR) yang hadir dalam acara salah satu stasiun televisi nasional yaitu "Democrazy".

Beliau dengan lantang dan tegas serta sangat lugas mendesak semua elemen khususnya musisi (rakyat) untuk menggunakan etika dan sopan-santun dalam menyampaikan kritik. Kritik harus bermartabat dan bermoral.

Saya sangat sependapat dengan pernyataan Beliau tersebut. Tetapi ingat hanya dalam konteks hubungan yang seimbang dan harmonis dan saling menguntungkan dan melengkapi. Artinya, setiap manusia dapat menyampaikan suatu kritik kepada sesamanya, manakala sesamanya tersebut dapat menjadi kawan sekerja yang sepadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya ibaratkan hubungan antara DPR dengan rakyat adalah hubungan persaudaraan atau pertemanan. Apabila salah seorang teman berbohong satu kali, pasti teman yang lain masih dapat memaafkan dengan santun. Dua kali berbohong, masih dimaafkan.

Tetapi, jika seribu kali bahkan seumur hidup anggota DPR berbohong kepada rakyat, ditambah melakukan korupsi sehingga membuat rakyat yang adalah saudara atau temannya tersebut menderita sampai tujuh turunan, apakah sopan-santun dan etika lagi yang akan disampaikan oleh rakyat.

Ingat para anggota DPR, seumur hidup rakyat engkau bohongi. Bahkan menderita oleh karena ulahmu dan janji kosongmu. Jangan salahkan rakyat jika sumpah serapah yang keluar dari mulut bahkan hati rakyat Indonesia.

Wahai para anggota DPR dan Khususnya Badan Kehormatan DPR. Apabila seumur hidupmu engkau dibohongi, dibikin melarat, bahkan harus menanggung malu karena ulah teman atau saudaramu, apakah engkau masih akan memiliki etika dan sopan santun terhadap teman atau saudaramu tersebut.

Belum lepas penangkapan anggota DPR oleh KPK, terjadi lagi arogansi anggota DPR dan itu terhadap petugas parkir. Kehormatan macam apa yang akan engkau bela dan tunjukkan kepada Rakyat. Memalukan sekali.

Salah satu anggota badan Kehormatan DPR yang hadir dalam acara "Democrazy" seperti yang saya sebutkan di atas, menyebutkan dengan sangat lantang, "jangan pilih wakil rakyat yang bobrok, yang suka korupsi dan sebangsanya." Pernyataan saya buat anda adalah, "anda sangat bodoh".

Anda lupa bahwa sistem yang anda buat bersama teman-teman anda di DPR untuk pencoblosan anggota DPR sangat tidak memihak kepada rakyat. Rakyat tidak pernah kenal dengan wakil-wakilnya. Ibarat orang buta yang dipaksa mencoblos sekenanya. Itulah sistem yang anda buat yang hanya menguntungkan anggota Dewan yang tidak terhormat.

Coba anda cermati berkali-kali supaya anda melek sistem. Saya tantang anda apakah anda berani bersuara lantang di rapat DPR untuk mengubah sistem tersebut pada Pemilu 2009.

Usul saya sebaiknya BK DPR dibubarkan saja. Namanya Badan Kehormatan, tetapi yang dibela justru memalukan, sangat tidak terhormat. Jika anda ingin dihargai, hargailah dulu orang lain. Apa yang engkau inginkan agar orang lain melakukannya, lakukan dulu pada dirimu sendiri. Kasihilah rakyat Indonesia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.

Kristianto S Pd
Jl Dewi Sartika 58 Semarang
krist_kentiz@yahoo.com
0248319839
(msh/msh)


Berita Terkait