Adanya berbagai musibah yang menimpa masyarakat dari tanah longsor sampai lumpur lapindo, banjir sampai angin puting beliung, kelaparan sampai kelangkaan dan mahalnya bahan-bahan pokok bagi masyarakat banyak dan rubuhnya fasilitas-fasilitas pendidikan umum, korban tsunami Aceh yang belum kunjung terselesaikan; masyarakat yang terkena bencana kebanyakan adalah ekonomi menengah ke bawah yang menjadi korban bencana.
Mereka kehilangan anggota keluarganya, rumah, dan harta. Tetapi, di tengah duka nestapa akibat kehilangan mereka masih menyimpan harapan agar pemerintah
mengulurkan bantuannya. Namun, apa jadinya jika pemerintah menanggapinya dengan mengatakan "dana atau anggaran buat bencana alam dan krisis sudah habis (saya mendengarnya sendiri ucapan itu di televisi ketika terjadi tsunamy di Pangandaran).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika suatu bangsa ingin maju maka perkuatlah basis pertahanan di dalam. Setelah kuat baru melihat peluang ke luar (Ilmu Nafsi Siyasi; Qadry Hafany). Bangsa yang maju awalnya seperti itu. Sebagai contoh Negara Findlandia yang pernah mengalami krisis. Mereka memfokuskan pada masalah dalam negeri terlebih dahulu. Atau negara tetangga Malaysia yang mengutamakan penyelesain masalah dalam negeri terlebih dahulu.
Mereka sekarang menjadi negara maju karena prestasi menyelesaikan masalah di dalam negeri serta memahami dan menerima serta mengukur keadaan masyarakatnya sendiri. Tidak melihat ke langit dan melupakan tanah yang dipijak.
Sekali lagi, kepada pemerintah, mungkinkah untuk mengurangi anggaran-anggaran kegiatan ke luar negeri yang hanya tujuannya untuk perbaikan citra Indonesia. Lebih baik anggaran itu untuk membangun sekolah-sekolah yang mulai ambruk dan roboh, mengkounter harga-harga kebutuhan pokok di dalam negeri yang menyusahkan rakyat banyak, mengganti rumah pemukiman penduduk akibat lumpur Lapindo, menyelesaikan proyek perumahan bagi korban tsunami di Aceh, menghidupkan kembali swasembada pangan di dalam negeri.
Tak ada salahya bermimpi. Tapi, yang utama mengatasi krisis dan kenyataan bahwa pendapatan rakyat kita sangat minim itu yang harus diprioritaskan. Wallhualam bissawab.
Neni Mulyani
Madinah Al Rehab Kairo
mulya69@yahoo.com
26079071 (msh/msh)











































