Industri perfilman Hollywood Timur sangat jarang memproduksi genre film tersebut kecuali 1-2 tahun terakhir ini. Sebagai perbandingan, genre film kolosal historik di tanah air setidaknya selama 10 tahun terakhir bisa dikatakan nyaris tidak ada.
Selama periode ini juga yang lebih banyak dijumpai adalah yang berbau mistis, romantika percintaan, dan masalah kehidupan sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber cerita yang bermutu masih banyak. Terutama untuk genre kolosal historik atau semi historik yang belum tergarap secara detil dan serius. Seperti kisah Ken Arok, Kehancuran Majapahit (Paregreg), Penyerangan ke Batavia oleh Sultan Agung, Perang Ambarawa oleh Jendral Sudirman, dan lainnya.
Dulu di eranya, film 'Cut Nyak Dien' sangat sukses. Bisakah kita mengulang sukses di genre ini di saat rasa kebangsaan makin pudar? Ada baiknya genre kolosal mengimbangi genre lain sehingga rakyat tidak lagi terlena. Malah melupakan sejarah yang pernah ada.
Rating penonton untuk genre ini juga bisa dijadikan salah satu indikasi seberapa tebal rasa kebangsaan dan seberapa maju teknik penggarapan
cerita. Β
Donny Yonatan
Jl Tanah Pasir No35 Rt3/Rw7 Jakarta Utara
donny_yonatan@yahoo.com
081389326588 (msh/msh)











































