Selamat Tinggal Rakyat yang Miskin

Selamat Tinggal Rakyat yang Miskin

- detikNews
Senin, 31 Mar 2008 06:47 WIB
Selamat Tinggal Rakyat yang Miskin
Jakarta - Mengejutkan. Keputusan pemerintah menghapus peredaran minyak tanah di beberapa daerah. Saya tak habis pikir bagaimana mungkin di tengah deraan kesulitan rakyat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari --bahkan sampai ada kasus gizi buruk pada balita, pemerintah membuat keputusan yang menambah kesulitan dengan menghentikan peredaran minyak tanah untuk beberapa daerah.

Walaupun pemerintah menyatakan bahwa program penghentian minyak tanah ini telah didahului dengan program pemberian kompor gas beserta tabungnya, tetapi kita tahu banyak kompor gas dan tabung tersebut diselewengkan oleh pelaksana di lapangan. Penghentian peredaran minyak tanah pada beberapa daerah tersebut tidak serta merta menjadikan orang berganti untuk menggunakan kompor gas.

Daerah yang tidak mendapatkan pasokan minyak tanah tentu menjadi ladang subur bagi para cukong minyak tanah yang daerahnya masih diedarkan minyak tanah. Pada akhirnya minyak tanah dari daerah tersebut dapat diperjualbelikan dengan harga yang lebih tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih malah membuat rakyat masih membutuhkan minyak tanah makin terhimpit dengan harga yang makin tak terkendali. Program penggunaan gas sebagai kebutuhan harian rakyat kecil tidak sepenuhnya dapat dibenarkan menjadi program untuk mengurangi subsidi BBM. Kita tahu gas juga berpotensi meningkat harganya mengikuti pasokan dunia yang makin berkurang.

Bayangkan rakyat yang untuk mendapatkan uang sehari-harinya sudah sulit. Kemudian dihadapkan harga yang melambung setiap hari. Harga beras makin tinggi --walaupun katanya ada beras miskin yang sering ditilap, harga minyak sayur yang adu balap dengan harga minyak mentah dunia, bahkan untuk membeli tempe yang makin tidak terjangkau rakyat miskin. Padahal katanya tempe makanan rakyat kecil yang cukup bergizi.

Kasihan sekali rakyat miskin Indonesia. Sementara para pejabat pemerintah berebut mendapat fasilitas dan tunjangan mewah, para wakil rakyat yang selalu merasa kurang atas semua fasilitas yang telah didapatnya, ke mana rakyat mengadukan penderitaannya.

Hidup merana sepertinya sudah merupakan jalan yang harus diterima oleh rakyat miskin Indonesia. Selamat datang kemiskinan. Selamat tinggal rakyat miskin. Tidak ada tempat bagi kalian di Indonesia. Begitu mungkin yang dipikirkan oleh para pembesar negeri ini.

Jouleuphi Cardin
Jl Gajah Mada Jakarta
joulecardin@gmail.com
081807457969
(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads