Ayat-ayat Cinta dan Fenomena Hapus Sensor Film

Ayat-ayat Cinta dan Fenomena Hapus Sensor Film

- detikNews
Sabtu, 15 Mar 2008 09:08 WIB
Ayat-ayat Cinta dan Fenomena Hapus Sensor Film
Jakarta - Tanggal 28 Februari 2008 Film Ayat-ayat Cinta (AAC) yang dikategorikan sebagai film religi karena memang berdasarkan dari novel religius karangan Habiburahman El Shirazy yang juga adalah seorang lulusan Universitas AlAzhar Kairo, mengagetkan dunia perfilman.

Termasuk mengagetkan produser dan sutradara film AAC itu sendiri. Film yang awal mulanya dianggap sebagai film tidak komersil (detikhot, 03/03/08) dalam jangka waktu 4 hari telah ditonton 700 ribu orang (detikhot, 03/03/08).

AAC hampir bisa dikatakan akan mengikuti jejak film "Naga Bonar jadi 2" yang menjadi urutan nomor pertama dalam tabloid bintang sebagai film terlaris tahun 2007. Jika kita melihat dua film tersebut baik film "AAC" maupun "Naga Bonar Jadi 2" keduanya tidak mengandalkan adegan-adegan pornografi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua judul film ini sedikit menampilkan "Aurat" wanita tapi tidak menghilangkan "seni film" itu sendiri. Bahkan lebih laris ketimbang film-film yang agak berbau pornografi seperti "Kawin Kontrak" atau "Extra Large".

Di lain sisi ada beberapa sineas film yang dengan gencarnya berusaha ingin menghilangkan Lembaga Sensor Film (LSF) dengan alasan akan mengurangi "seni" dalam film, akan menghilangkan makna dari film tersebut.

Jadi sangat naΓ―f jika sineas-sineas tersebut mengatakan jika film yang disensor akan mengurangi nilai "seni" ataupun mengurangi makna dari film tersebut sebab realitas yang ada bahkan membuktikan sebaliknya.Β  Justru film-film yang jauh dari adegan-adegan pornografi bisa menjadi film yang banyak ditonton oleh masyarakat dan bagus serta enak ditonton.

Jadi jelas. Film berbobot itu seharusnya film yang tidak takut untuk disensor karena mangandung adegan-adegan pornografi atau kekerasan. Tapi, justru film yang berani apabila ada adegan-adegan yang memang dipotong tetapi tidak mengurangi kualitas film tersebut.

Jadi, ada apa di balik usaha untuk menghapus LSF? Untuk merusak generasi muda Indonesia? Untuk merusak kebudayaan Indonesia?

Zuhdi
Gd Cyber Lt 3 Jakarta
imoed_q@yahoo.com
93800712
(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads