Atau seorang mahasiswa yang menyimpan gambar-gambar yang tidak senonoh dengan teman wanitanya secara tidak sengaja kemudian disimpan di handphone (HP) dan kemudian bocor ke publik hingga setelah itu orang tersebut berhari-hari tidak keluar rumah atau pergi ke luar negeri karena malu, itu juga masih dianggap normal menurut teori ini atau punya malu.
Tapi, bagaimana dengan orang-orang atau remaja-remaja saat ini yang melakukan hal tersebut tanpa malu. Apakah mereka disebut tidak normal? Akhir-akhir ini pergaulan, maaf, yang bebas di kalangan remaja dianggap sepertinya biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir di majalah atau situs-situs internasional masalah yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia sekarang ini adalah pornografi dan dampak kekerasan yang ditimbulkannya. Tidak dipungkiri media sebagai salah satu wasilah ikut andil secara langsung atau tidak langsung dalam menyuburkan pornografi.
Secara sadar atau tidak sadar, salah satu contoh, masih ingat kasus pemerkosaan seorang mahasiswi IPB Bogor, yang diperkosa tetangganya setelah tetangga tersebut menyaksikan sebuah film yang beradegan syur?
Kejadian ini yang disebut dampak secara langsung tidak bisa dibilang "itu bukan kesalahan media itu personal di film itu sendiri itu karena orang tersebut saja yang tidak punya iman". Maaf, orang yang mengatakan hal tersebut mungkin tidak memahami permasalahan secara menyeluruh.
Kita satu sama lain sebagai masyarakat terkait satu sama lain. Kalau kata biologi simbiosis mutualisma. Lalu bagaimana saat ini remaja. Seakan-akan mabuk kepayang dengan yang namanya seks dan pergaulan bebas.
Lihat saja kalau kita pergi ke mal-mal yang bergaya mewah di sana. Banyak remaja yang jalan-jalan dan banyak di antara mereka tidak sekedar jalan-jalan tapi melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh orang seusia mereka dan di luar koridor hukum yang berlaku.
Kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, remaja, yang diakibatkan oleh sebab media tidak bisa dibilang atau mengatakan "tugas anda menjaga anak jangan menuntut pada kami". Perkataan seperti ini sangat tidak logical.
Mari kita lihat. Anda berkembang dan maju karena ditonton oleh masyarakat. Anda sukses karena masyarakat. Jadi adalah, maaf, nonsen perkataan sebagai omong kosong belaka. Memang media tidak bertanggung jawab secara tidak langsung akan tetapi bertanggung jawab secara berangsur-angsur dan sistimatis.
Please, jangan melihat keuntungan semata karena kalau melihat keuntungan semata pemikiran seperti ini akan menyebabkan kebangkrutan akal sehat dan pikiran. Berkembangnya kasus pornografi akan cepat dan tidak terasa.
Bahkan, sampai kepada tindakan pornografi terhadap anak-anak yang tidak bersalah. Atau tindakan pornografi yang abnormal yang dilakukan seseorang pada keluarganya sendiri hingga seorang bapak tega meniduri anaknya gadisnya sendiri atau seorang anak laki-laki tega meniduri dengan paksa ibunya sendiri.
Kasus pornografi juga telah berakibat secara politik kita mungkin mendengar dan menyaksikan bagaimana seorang praktisi politik yang memiliki 'affair' dengan seorang artis yang dijadikan senjata politik oleh sekelompok orang. Masalah pornografi masalah bersama include orang 2 yang tidak sefaham tetapi mereka memiliki anak.
Orang tua, bagaimana kalau ternyata salah satu dari keluarga anda jadi kekerasan akibat pornografi? Oleh karena itu sudah sepatutnya ada kerja sama yang saling memahami dan mengingatkan antara pihak media dan masyarakat.
Tidak dipungkiri bahwa media adalah jembatan informasi bagi masyarakat yang saling take and give. Masyarakat tidak memiliki niat yang buruk, dan saya juga yakin media tidak punya niat yang buruk.
Sebagai negara yang melandaskan dasar negara kepada Ketuhanan yang Mahaesa, hendaklah setiap pemeluknya mentaati agama masing-masing, karena saya yakin setiap agama menyuruh pemeluknya untuk berbuat baik. Masalah pornografi masalah semua pemeluk agama, dan saya yakin agama mana pun tidak menyetujui pergaulan bebas tanpa batas. Wallahualam.
NM Kurniasari
Madinah Al Rehab Cairo Jadida
mulya69@yahoo.com (msh/msh)











































