Anggota Komisi XI DPR-RI Inya Bay Ati-ati, SE. MM. dalam pernyataannya merasa kecewa dan menegaskan akan menggalang penolakan terhadap penolakan terhadap dua calon yang diusung oleh Presiden SBY. Inya Bay juga heran, mengapa Presiden RI memilih nama tersebut, apalagi ada calon yang memiliki catatan buruk dalam praktek perbankan. Inti[sic!]nya memprediksi akan ada guncangan moneter hebat, jika memaksakan diri memilih mereka.
Dalam persoalan ini, Presiden SBY sepantasnya memperhatikan juga aspirasi masyarakat dengan mengajukan calon dari dalam. Beberapa nama seperti Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI) dan Miranda Goeltom (Deputi Senior Gubernur BI) memiliki reputasi yang baik dan profesionalismenya tidak diragukan lagi.
Kekecewaan anggota DPR-RI tersebut tentu saja bisa dipaham. Sulit dibayangkan apa jadinya jika Gubernur BI yang terpilih nantinya merupakan orang-orang yang diragukan independensinya. Dalam persoalan inilah kebijaksanaan dan wisdom seorang pemimpin bangsa sangat diperlukan untuk memerdekakan diri dari potensi-potensi conflict of interest atau kepentingan tertentu.
Kini, bola sudah ada di tangan DPR-RI yang terserah mau diapakan dua nama calon tersebut. Tiga opsi yang kemungkinan diambil oleh DPR-RI, adalah memilih salah satu dari kandidat (1), menolak keduanya (2), atau meminta Presiden untuk menambah calon ketiga dari internal BI (3). Dan jika DPR-RI memiliki nurani yang baik, tentunya opsi kedua, yaitu menolak keduanya, merupakan pilihan yang bijaksana untuk kebaikan bangsa. Terima kasih.
Hormat kami,
SIROJUDIN S. Sos
Pondok Gede, Bekasi.
Email : sirojudin82@yahoo.co.id
(msh/msh)











































