Tetapi, kalau dilihat perilaku di jalan raya pada pagi hari sangat berbeda dengan apa yang terjadi setelah kita sampai ke kantor. Di jalan raya semua orang terburu-buru.
Tidak ada yang mau terlambat sampai kantor. Saling serobot, saling tidak mau mengalah, membunyikan klakson tanda tidak sabar, tancap gas sekencang-kencangnya. Semua berlomba-lomba seakan seperti seorang calon bapak yang mengantar istrinya yang mau melahirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya tidak mau mengkritisi apa yang dilakukan teman-teman karyawan karena bisa saja 'ritual' tersebut sebagai obat anti stres setelah mengalami kejadian pertandingan persaingan lomba mencapai kantor dengan tidak terlambat saat absen. Saya hanya mendapatkan ide yang mungkin jika dijalankan akan berdampak pada pengurangan lalu lintas yang sangat dramatis.
Berapa jam rata-rata kita berkewajiban bekerja perhari pada perusahaan? 8 jam? 10 jam? Tergantung masing-masing perusahaan tentunya. Katakan 8 jam. Bagaimana jika diatur untuk seluruh pegawai swasta diberi tenggang waktu range jam 7 – 10 pagi untuk datang ke kantor. Kemudian memundurkan waktu pulangnya sesuai jam yang telah ditentukan.
Misal anda mempunyai kesepakatan datang jam 8 pagi, anda pulang jam 4 sore. Tetapi, jika anda datang jam 9 pagi, anda pulang jam 5. Begitu seterusnya. Jadi anda tidak terikat dengan waktu yang sangat ketat untuk berlomba buru-buru masuk kantor.
Memang tidak mudah. Tetapi saya yakin beberapa perusahaan sudah melakukan hal ini. Jadi terbayang kalau semua perusahaan swasta melakukan hal ini tentunya dampaknya akan lebih terasa. Kalau pegawai negeri bagaimana? Mungkin rekan-rekan yang pegawai negeri punya ide lebih baik? Saya tunggu lho idenya.
Yulius
Legenda Wisata Cibubur
yulius_arianto@yahoo.com
08128074873
(msh/msh)











































