Saya kira di sini tampak ketidakbecusan dari pengurus PSSI yang ada. Sepertinya mereka hanya mencari posisi sebagai pengadu domba antar suporter saja. Bukan dalam posisi sebagai pengatur sebuah organisasi sepak bola.
Lihat saja dari beberapa kejadian kita melihat ketidaktegasan dari pengurus PSSI. Mulai dari kejadian di Kediri hingga sampai di Senayan. Tidak ada solusi yang tepat di dalam mengantisipasi kerusuhan antar suporter. Dan, yang lebih sadisnya lagi BLI mengaku puas dengan putaran Semifinal Liga Jarum ini. Loh, mereka puas atas pemasukan uangnya atau puas atas terjadinya kerusuhan yang menelan korban jiwa. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia ketua umumnya saja narapidana. Β
Seharusnya PSSI mulai mengubah semua atribut-atribut organisasinya baik dari sisi manajemen hingga peraturan-peraturan AD ART-nya. Dan, sistem kompetisi mungkin hanya satu-satunya di Dunia yang klubnya paling banyak di Indonesia. Tidak ada perkembangan yang berarti bagi sebuah tim sepak bolanya. Malah pemain dan pelatih
asingnya yang menjadi provokator di lapangan.
Saya setuju dengan Menpora Adhiyaksa, lebih baik dibubarkan daripada malah menjadi
ladang anarkisme olah raga.
Syahrial Affandy
Jl Mardani Raya No 69 A Jakarta Pusat
affandysyahrial@leadership-park.com
4226830
(msh/msh)











































