Budaya Baca Tulis Indonesia

Budaya Baca Tulis Indonesia

- detikNews
Selasa, 05 Feb 2008 08:18 WIB
Budaya Baca Tulis Indonesia
Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa masyarakat bangsa Indonesia rendah dalam hal membaca dan menulis jika dibandingkan dengan Negara lain. Terutama negara maju. Katakanlah jepang. Masyarakat di sana tidak akan lepas dari yang namanya aktivitas membaca karena telah menjadi adat kebiasaan. Sama halnya dengan bangsa Indonesia tapi dengan format yang berbeda.

Jadi, Apakah benar masyarakat Indonesia rendah dalam minat membaca dan menulis? Menurut saya itu tidak benar.

Percaya atau tidak, fakta menyebutkan bahwa masyarakat di negara Indonesia, mempunyai cara membaca dan menulis dengan format berbeda dari negara lain. Yaitu sangat gemar dan mungkin sudah menjadi kebiasaan jika yang ditulis dan dibaca adalah SMS (Short Message Service).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data riil menyebutkan. Dua tahun yang lalu Presiden SBY pernah memberikan sebuah nomor yang langsung diakses oleh pemerintah pusat (RI-1). Nomor tersebut adalah 9949, yang berarti tanggal sembilan, bulan sembilan dan tahun empat puluh sembilan (tanggal, bulan, dan tahun kelahiran SBY).

Tidak lain, nomor tersebut difungsikan sebagai penampung suara-suara rakyat. "Silahkan rakyat menyampaikan keluhan tentang apa saja, nanti akan ditidaklanjuti", begitulah kurang lebih kata Presiden waktu itu.

Dalam tempo waktu dua hari saja, sebanyak 15.300 SMS masuk ke nomor tersebut. Hasilnya, jalur tersebut langsung mengalami kerusakan atau error, setelah beberapa hari resmi di-launching. Berdasarkan fakta di atas, jika dihitung sebanyak lebih dari, 7.500 SMS setiap hari. Maka selama satu tahun mungkin sudah terkumpul jutaan SMS yang terkirim ke nomor kelahiran SBY tersebut.

Itu hanya sebagian kecil contoh betapa hobinya masyarakat Indonesia dengan kebiasaan membaca dan menulis tersebut. Belum lagi setiap menjelang tahun baru, Idul Fitri, Natal, dan hari-hari besar lain. Berapa puluh setiap orang mengirimkan SMS kepada teman, hanya sekedar sapa, dan mengucapkan selamat. Bahkan, tanpa kita sadari, dalam satu hari minimal rata-rata masyarakat Indonesia menulis dan membaca SMS sebanyak 10 kali.

Fakta di atas membuktikan bahwa budaya membaca dan menulis masyarakat Indonesia yang konon sudah mulai punah, tidak benar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya sangat "gila" terhadap baca-tulis, terutama SMS.

Bahkan sudah menjadi hobi atau kebiasaan. Karena memang selain biayanya yang ekonomis, caranya pun praktis. Tinggal pencet-pencet, maka dalam hitungan detik pesan sampai tujuan.

Heru Ferdiansyah
Jl kauman III Margoyoso Kalinyamatan Jepara 59462
Efsyah@gmail.com
085225702022

(msh/msh)



Berita Terkait