Saya selaku salah satu rakyat dari bangsa ini (Indonesia) awalnya sangat kaget mendengar Mantan Presiden RI ke-2 Bapak Soeharto meninggal. Entah kenapa secara tak sadar air mata saya keluar.
Saya sebenarnya gak perduli masyarakat lain berkontroversi, bahkan menghujat habis-habisan, biarlah itu urusan masing-masing. Tapi dalam hati sanubari saya, saya masing ingat akan sistem kepemimpinan beliau (almarhum). Walau memang beliau memimpin secara otoriter dibandingkan sekarang yang katanya demokratis sangat jauh berbeda terutama dari segi situasi dan kondisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Impian akan terbukanya hidup yang lebih baik di negara ini semenjak dari tahun 1998 - 2008 sekarang ini kok malah kebalik drastis 1000 derajat. Kalau saya perhatikan untuk situasi sekarang ini rasanya apa yang saya ketahui menyangkut masalah ekonomi khususnya kembali ke jaman tahun 1965-an.
Indonesia yang dulu rasanya lebih sejahtera (semenjak masa Orde Baru sampai Soeharto lengser) dengan berbagai pembangunan, swasembada pangan, swasembada beras bahkan beras kita diekspor ke negara lain. Tapi sekarang, urusan beras aja sampai ngimpor.
Sakit rasanya lihat rakyat di daerah/pedesaan sampai makan nasi aking, beras dicampur ketela, bahkan sudah banyak tidak ada lagi yang merasakan beras. Sakit dan sedih aku melihatnya, pengangguran merajalela, keamanan tak terkendali. Coba ingat! Dulu sejak jaman katanya Orba itu keamanan terjamin, premanisme dibersihkan, tapi sekarang mo nabung atau mo ngambil uang aja aku clingak-clinguk dulu, masih untung di tempatku belom ada kejadian seperti d Jakarta yang banyak ditodong.
Dulu negara ini gak ada yang namanya maling maen pistol-pistolan, tapi sekarang sekelas copet aja sudah pada punya pistol biar rakitan juga. Kenapa yach. Aku gak bisa nyalahin ini akibat daripada imbas banyaknya pengangguran daripada peninggalan jaman Orba, justru jaman orba yang punya pistol aja dibredel, yang ngaku preman aja pada ngumpet. Dan berganti pemimpin negara kok malah tambah parah aja, apalagi kalau denger masalah korupsi, sekarang mah makin parah malah, rasanya sudah bosanlah kalo ngomongin masalah pejabat sekarang korupsinya makin parah aja sampe ke tingkat RT segala.
Siapa yang harus disalahkan, apakah harus semuanya ini ditujukan peninggalan Soeharto? Justru contoh-contoh yang aku tulis di atas gak ada sama sekali. Coba fikir dan rasakan sendiri satu contoh lagi yaitu bidang pendidikan. Masya Allah.
Dulu gak ada yang namanya gedung sekolah terbengkalai, biaya pendidikan murah. Sekarang baca beritanya, ratusan gedung sekolah negeri terbengkalai, bahkan ambruk begitu aja gak diurusin, dulu jamanku masih ngalamin yang namanya daftar ulang tiap kali mau naik kelas.
Tapi, sekarang sekolah negeri ini aja yang namanya daftar ulang orang tua murid harus mati-matian mesti bayar daftar ulang hingga ratusan ribu, kasian rakyat kecil, ini fakta! Gimana mau pinter generasi sekarang ini mo sekolah aja dah banyak yang gak mampu bayar SPP.
Makin ketinggalan jauh aja sama negara lain, siapa yang harus disalahkan, Soeharto lagi? Cobalah introspeksi lagi, aku berharap dari teman-teman. Adik-adik mahasiswa harus mempertanyakan lagi hal-hal di atas atas perjuangan yang adik-adik pertaruhkan dengan cucuran darah.
Kalau harus debat lagi ini karena warisan orde baru aku kira salah, ini masalah sistem dan kepemimpinan. Walau Soeharto dikatakan Koruptor berat dinegeri ini lebih berat mana dibandingkan kasus korupsi yang makin merajalela saat ini hingga aku malu membaca berita di internet yang notabene mengglobal kalo sekarang ini Indonesia sebagai salah satu negara ter-KORUP dari segi pemerintahan sampai swasta, aku malu.
Negara ini makin mendapat cap-cap negatif sekarang ini, investor banyak yang kabur malah gak mau berinvestasi, perusahaan-perusahaan modal asing pada ditutup dengan alasan krisis moneter padahal mereka pindah nyari negara yang lebih aman, banyaknya libur yang dibuat-buat sampai secara gak langsung berpengaruh pada aktifitas ekonomi dengan negara lain.
Bahkan mo ngurus surat ke kelurahan/kecamatan aja gak beres-beres akibat banyaknya libur, libur bersamalah atau apalah. Aku punya temen di luar negeri sampai merasa dirugikan/mengeluh, terhambat pengurusan surat-surat yang berhubungan dengan departemen bahkan mo transaksi ke bank aja kok libur melulu, gimana mau maju katanya Indonesia ini, ini fakta!
Harus siapa lagi yang mesti disalahkan? Coba fikir gimana mau maju negara ini kalo kalender aja jadi banyak dibikin libur. Dikala orang lain di negara lain giat-giatnya bangun ekonomi. Eh, disini malah asik pada liburan melulu.
Coba adik-adik mahasiswa instropeksi lagi akan hal-hal tersebut, ini fakta. Apa masalah libur yang terkesan dibuat-buat hingga menyulitkan orang lain (orang asing) yang mau bertransaksi yang berhubungan dengan ekonomi bahkan hingga gak efektifnya dunia pendidikan kita karena banyaknya libur ini harus kembali lagi disalahkan ke era Orde Baru?
Ini semua kan dibikin setelah reformasi. Aku rindu jaman dulu. Pendidikan, pertanian, pembangunan biar dikorupsi satu orang gak sebanding dengan hujan dan korupsi yang malah jadi trend di negeri ini. Aku menangis melihat negara ini yang makin amburadul.
Coba siapa sekarang yang mau bilang negara ini gak amburadul! Lihat ke daerah, lihat rakyat gak lagi makan nasi, gak bisa masak karena gak bisaย beli minyak goreng, minyak tanah susah mesti ngantri sampe baku hantam. Ya, Allah kenapa dengan negeriku, ada apa dengan negeri ini. Aku menangis untuk negeri ini.
Selamat jalan Bapak Soeharto, selamat jalan Bapak pembangunan. Terima kasih atas apa yang telah engkau lakukan selama engkau memimpin, aku tahu engkau pun menangis melihat negeri ini semenjak kau tinggalkan. Salam dan hormatku untukmu.
Walaupun engkau pernah berdosa pada negeri ini tapi engkau pernah memakmurkan dan mengharumkan negeri ini di negeri orang bahkan dunia, tapi kini dunia malah menjauhi bahkan mencaci negeri ini. Semoga engkau damai di sana, semoga amal perbuatanmu atas negeri ini masih bisa diterima Allah SWT. Aminnn.
Aku rakyatmu yang masih menghormati bahkan masih merindukanmu. Selamat jalan Bapak-ku. Sampai jumpa nanti di alam lain. Terima kasih atas persembahanmu dulu.
Zeay
Sukabumi
zeay_seti@yahoo.co.id
08121006069
(msh/msh)











































