Apa tidak aneh mengatakan Soeharto korupsi sebanyak itu pejabat yang mengawasi dan di lingkungan dia berada. Atau hanya karena takut didepak dari jabatan atau mungkin juga ikut kecipratan jadinya diam saja. Setelah soeharto jatuh yang menjadi kambing hitam hanya dia seorang, kalau benar begini alangkah (maaf) "brengseknya" orang yang menjadikan Soeharto sebagai kambing hitam.
Saya tidak membela soeharto dalam hal ini. Tetapi, hanya terusik sisi kemanusiaan melihat kondisi dan pemberitaan di media. Ada yang MENGHUJAT, MEMAKI, MENDEMO, ataupun yang mengambil keuntungan politis dari masalah yang sebelumnya selalu timbul tenggelam akibat pemberitaan media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keadaan sakit seperti itu saya yakin Sang Jendral tidaklah tahu kalau dia sedang didemo ataupun apa yang terjadi selain di kamarnya. Saya kira keluarganya tidak akan sebodoh itu membiarkan orang tuanya tahu kalau didemo. Β
Ada satu pepatah yang saya ingat "Janganlah melakukan suatu perbuatan terlalu berlebihan karena akan diperlihatkan oleh Allah SWT baik dunia dan akhirat". Saya sangat yakin itu.
Jadi, tolong diingat apa pun yang anda lakukan jangan menyesal kelak kalau ada hal buruk menimpa anda. Anda menghujat dengan berbagai macam hujatan atau memfitnah tanpa tahu dasar sebenarnya. Silakan tunggu akibatnya nanti. Mungkin (maaf) Allah SWT menunjukkan kepada Sang Jendral kalau dia punya kesalahan di masa lalu.
Untuk lebih baik sekarang kita memaafkan kesalahannya dan menyerahkan prosedur hukumnya kepada yang berwenang tanpa ada unsur memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politis (kalau masih punya nurani).
Dan satu hal lagi, kepada pemerintah kalau memang ada unsur penyimpangan dalam masalah soeharto ini.
Saya yakin pemerintah tidak bodoh hanya memproses masalah yang terkait Yayasan Supersemar saja. Pasti ada yang lain. Karena ini sudah berlangsung puluhan tahun dan TIDAK MUNGKIN hanya soeharto yang terlibat. Pasti ada kroni-kroninya yang lain yang kecipratan. Ini juga harus diikutsertakan.
Dan, terakhir dalam hidup adalah hal wajar dibenci dan dicintai karena setiap manusia pasti ada yang benci dan ada yang cinta. Yang tidak wajar adalah yang benci terlalu berlebihan. Ini namanya egois dan merasa kita benar sendiri seolah kita sendiri tidak punya kesalahan yang pantas dibenci (ingat manusia itu tidak ada yang sempurna, jadi pantaskah melakukan tindakan berlebihan).
Dan, untuk yang mencintai juga jangan berlebihan karena kalau terlalu berlebihan jatuhnya fanatisme. INGAT SUATU SAAT ANDA JUGA AKAN DIADILI atas perbuatan anda sendiri, dan tidak bisa disuap atau karena Si Anu dan tidak ada penangguhan penahanan ataupun alasan sakit ketika diperiksa oleh yang Kuasa.
Novri Yurisman
Setia Budi Jakarta
nofree_spyco@yahoo.com
+6281386264381
(msh/msh)











































