Selamat Tahun Baru 2008

Selamat Tahun Baru 2008

- detikNews
Rabu, 02 Jan 2008 09:41 WIB
Selamat Tahun Baru 2008
Jakarta - Happy new year. Memang satu kata yang umumnya sangat dinanti hampir oleh semua orang. Banyak "wish" yang menjadi permintaan dan pasti akan berbeda secara individu. Namun, intinya hampir sama. Semoga semuanya akan menjadi lebih baik.

Ya, memang semua kita akan mengharapkan semuanya akan lebih baik untuk ke depannya walaupun hanya harapan terdengar lebih bagus. Artinya masih ada asa dan harapan yang muncul dalam insan manusia. Semua daerah merayakan tahun baru dari semua kalangan, generasi, dan kelompok. Hampir semuanya tumpah ruah di jalanan dan lokasi wisata.

Kalau melihat fenomena ini saya bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena semua kelompok menyatu dan berbaur tanpa ada kepentingan atau motif apapun selain menyambut tahun baru dengan optimis, "no politics". Walaupun masih ada yang memanfaatkan momen ini untuk kepentingan tertentu. Wajar karena adalah sifat dasar manusia untuk diakui oleh orang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Jakarta mungkin bisa dikatakan hampir semua masyarakatnya merayakannya. Entah di rumah, di lokasi wisata, di jalanan. Termasuk perayaan yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Salah satunya di Monas. Perayaan yang cukup meriah dan jutaan warga Jakarta tumpah ruah di jalan. Warga dimanjakan dengan pesta kembang api yang sangat meriah.

Di sinilah apa yang membuat saya sedih. Mungkin kita sudah paham arahnya ke mana. Dengan kondisi seperti ini di Jakarta pemerintah bisa hamburkan ratusan juta atau bahkan mecapai angka miliaran hanya untuk pesta kembang api menyambut datangnya tahun baru.

Satu hal yang miris dengan kondisi Jakarta yang banjir, beberapa lokasi yang masih membutuhkan bantuan materi termasuk dari pemerintah sendiri. Saya pikir kalau untuk ratusan juta tersebut dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan pasti akan sangat besar manfaatnya bagi mereka, bukan mengecilkan arti dari tahun baru itu sendiri.

Namun, alangkah bijaksananya kalau disambut dengan meningkatkan tali persaudaraan dan menghilangkan perbedaan yang ada. Saya yakin hal ini akan sangat disetujui oleh masyarakat umumnya. Memang tidak salah merayakan tahun baru, tapi setidaknya cobalah melihat dari semua aspek kehidupan sosial masyarakat saat ini.

Apakah terlalu "urgent" pesta seperti ini dilaksanakan, atau ada yang lebih baik dari ini yang perlu dibantu dengan dana yang saya rasa cukup besar dan akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Sudah saatnya kita "merayakan tahun baru" ini dengan meningkatkan kesadaran sosial untuk membangun persaudaraan dan kekompakan dalam satu komunitas masyarakat agar semuanya menjadi lebih baik. Masih banyak cara yang positif yang bisa dilakukan untuk bisa membangun daerah kita dengan lebih baik. Apakah hal ini bisa kita terima tergantung cara kita berfikir dan apa yang menjadi keinginan kita di awal tahun ini.

Apakah ingin maju kea rah yang lebih baik atau akan berjalan di tempat seperti tahun-tahun sebelumnya. Selamat tahun baru 2008. Semoga tahun ini akan menjadi tahun kesadaran kita untuk menjadi lebih baik, untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan dan kepribadian bangsa yang terkenal baik di mata dunia. SEMOGA.

Novri Yurisman
Setia Budi Jakarta
nofree_spyco@yahoo.com
+6281386264381

(msh/msh)


Berita Terkait