Mereka yang 'notabene' menjadi publik figure masyarakat terjebak dengan kasus tersebut yang kalau kita pikir-pikir kurang apakah mereka. Uang mudah mereka dapatkan, popularitas sudah/sedang/telah mereka rasakan.
Ya, itulah dunia kertisan yang 'katanya' dekat sekali dengan penggunaan jenis narkoba. Tapi, jangan dilupakan juga kalau mereka juga sudah memberikan andil untuk menghibur masyarakat dengan 'acting'-nya di film, syairnya di lagu, dan leluconnya yang menghibur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan terkesan 'membesar-besarkan' berita tersebut untuk sekedar menjadikan tayangan TV menjadi favorit. Kita justru memberikan simpati dan pendekatan yang justru memberikan semangat kepada mereka untuk menjauhkan bahkan meninggalkan barang 'haram' tersebut.
Sekarang, kita tengok jenis 'kriminalitas' lainnya - KORUPSI. Penyakit satu ini yang kalau menurut saya lebih bahaya daripada pengguna Narkoba.
Koruptor mengambil hak yang menjadi milik orang lain, memperkaya dengan megambil 'harta' orang lain. Pemborosan, dan akibat-akibat lainnya yang secara tak sadar mungkin kita rasakan dampaknya sekarang atau masa mendatang.
Jadi, untuk turut memberantas penyakit 'korupsi' ini, TV juga punya andil besar memberikan efek jera dan takut pada si koruptor-koruptor. Jangan cuma menayangkan artis yang tersandung narkoba.
Koruptor-koruptor juga harus kita besar-besarkan. Biar mereka kapok, malu, dan akhirnya meyadari perbutannya yang 'ngerusak' kesejahteraan hidup orang lain. Sementara si koruptor makin 'sehat', 'padat', dan 'kaya-raya'.
Abhinaya
PT. Indomilk Jakarta
abhinaya@yahoo.co.id
021-8710211
(msh/msh)











































