Para filosof berkata bahwa "waktu itu adalah uang" berarti apabila kita membuang-buang waktu berarti kita membuang uang. Jika waktu memang identik dengan uang kenapa kita tidak berusaha bijak dalam mengontrol waktu.
Apabila ditarik ke kondisi awal masalah ini terjadi adalah karena tidak adanya aturan yang jelas mengenai waktu ini. Kita seakan terlena dengan hal-hal kecil sehingga tidak sadar hal itu dapat mengubah budaya dan kebiasaan kita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan yang dimaksud adalah tidak adanya kesamaan jam sebagai alat penunjuk waktu di negara kita ini. Dari mana seorang tahu kalau dia datangnya terlambat. Apabila pada jamnya masih menunjukkan waktu yang lebih lambat dari orang lain yang datang lebih dahulu.
Jam sebagai alat acuan waktu telah diabaikan dan menjadi sangat fleksibel di negara ini. Apabila kita ingin berubah maka mulailah dari hal yang kecil.
Tidak akan ada hal yang besar akan terjadi apabila tidak dimulai dengan hal yang kecil terlebih dahulu. Penyamaan atau standardisasi jam adalah awal yang harus dilakukan apabila bangsa Indonesia memang ingin menghargai waktu.
Hal ini mungkin kelihatan sepele. Tapi, semua cara lain yang akan dilakukan untuk membuat bangsa Indonesia memghargai "waktu" akan menjadi percuma tanpa adanya aturan yang sama mengenai jam. Bagaimana mungkin beberapa orang akan dapat datang pada waktu yang ditentukan apabila jam mereka saja tidak sama.
Acuan harus ada untuk dapat dijadikan parameter dalam penilaian. Apalagi ini yang dinilai adalah sifat seseorang. Tidak adanya acuan atau patokan sering membuat perdebatan dalam penilaian yang dalam kasus ini adalah seseorang tersebut "ngaret" atau tidak.
Penyamaan atau standardisasi jam yang dilakukan adalah dalam ruang lingkup negara karena Indonesia mempunyai tiga waktu yang berbeda. Maka waktu standar yang ditetapkan juga tiga dan perwujudannya dapat berupa tiga buah jam yang dapat diketahui setiap hari oleh bangsa Indonesia melalui media elektronik seperti televisi dan radio. Pentingnya penyamaan jam ini diharapkan dapat menjadi solusi awal dalam membuat bangsa Indonesia menghargai waktu.
Restio Adhyaksa
Kampung Bali Jakarta
sinbadsipelaut@yahoo.com
08122007877
(msh/msh)











































