Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil.
Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau-pulau kecil di Indonesia seperti Kepulauan Seribu yang rata-rata tingginya hanya sekitar dua meter dari permukaan laut (dpl) kini mulai terendam air laut. Air tanah mulai tercampur air asin. Inilah fakta global yang terjadi khususnya di negara kita.
Jika air laut semakin lama semakin naik dan menenggelamkan daratan maka secara logis daerah pinggiran padat penduduk seperti di Jakarta akan semakin sempit karena luas tanah akan berkurang ditelan oleh air yang semakin meninggi.
Oleh sebab itu, hal ini sangat mempengaruhi luas daratan Jakarta yang sesak dengan penduduk. Mungkin 30 - 70 tahun ke depan kita tidak akan pernah lagi berjumpa dengan daerah Muara Karang, Pluit, Kapuk, Tanjung Priok. Daerah tersebut akan menyatu dengan lautan sehingga daerah tersebut hanya akan menjadi kenangan. Sungguh mengerikan.
Jika kita dapat mengulang waktu akankah kita melakukan hal-hal yang dapat memicu pertambahan efek pemanasan global? Akankah kita merusak hutan-hutan lindung yang seharusnya menjadi paru-paru dunia dengan mengeksploitasi secara rakus? Akankah kita meratakan hutan mangrove yang seharusnya menjadi tempat parkir air sehingga daerah kita tidak akan terjadi banjir? Akan jugakah kita menggunakan secara besar-besaran minyak bumi untuk keperluan produksi dan kendaraan pribadi?
Jawaban semua itu ada di dalam diri kita. Sayang waktu tidak dapat diputar kembali. Oleh sebab itu 'Sadarlah Wahai Manusia'. Selamatkanlah bumi kita dari kehancuran karena kita masih memiliki generasi muda baru yang kelak akan menuai apa yang telah ditanam oleh generasi sebelumnya.
Raymond Kurniawan
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Jakarta
van_deer_ray@yahoo.co.id
08999385933
(msh/msh)











































