Tebar Pesona

Tebar Pesona

- detikNews
Kamis, 22 Nov 2007 09:42 WIB
Tebar Pesona
Jakarta - Hari-hari ini kita diusik oleh istilah "tebar pesona" dengan nada terkesan sinis yang dikaitkan dengan para pemimpin nasional kita. Sebagian bahkan menuduh, aktivitas para pemimpin –-yang notabene sebenarnya adalah merupakan bagian tugas, tanggung jawab, dan kewajiban mereka, untuk mendekatkan diri dengan segenap rakyat, apapun partainya --dikait-kaitkan dengan istilah-isitlah curi start pemilu, tebar pesona, dll..

Saat menjadi mahasiswa, saya cukup senang dan rajin mengikuti berbagai sesi ceramah oleh tokoh parpol, menteri, dan pejabat pemerintah. Salah satu topik yang bagi saya sangat menarik adalah fungsi partai politik (parpol) yang antara lain disebut: komunikasi politik, sosialisasi politik, pendidikan dan rekrutmen atau pengkaderan.

Pemahaman saya, adalah tugas para elit partai (termasuk oposisi, apalagi incumbent dan tokoh parpol lainnya yang sah untuk tidak henti-hentinya menjalankan keempat fungsi parpol tersebut di atas. Selagi dana cukup adalah sah-sah saja bila siapa pun tokoh parpol melakukan komunikasi, sosialisasi, pengkaderan, perekrutan kader parpolnya secara bebas terbuka dan sah.  

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi incumbent, agak sulit memilah-milah, yang mana tugas kunjungan kerja dan kadang dimanfaatkan sebagai acara temu kader pendukungnya. Menurut saya hal itu lumrah saja adanya.

Saya yakin, di dalam  Batang Tubuh UUD 1945 tidak ada 1 pasal pun yang  melarang tokoh parpol-pejabat incumbent untuk menjalankan keempat fungsi tersebut karena sebagai tokoh politik adalah kewajiban mereka untuk melakukannya asalkan secara arif dan bijaksana.  

Di setiap negara demokrasi, pemerintah (incumbent) berkewajiban memajukan dan membangun kualitas politik warga negara. Demikian halnya seluruh tokoh partai politik harus menjalankan kewajiban yang sama.

Oleh sebab itu, tuduhan para komentator-pengamat bahwa Presiden SBY maupun tokoh parpol lainnya melakukan 'tebar pesona' perlu dipahami sebagai 'kewajiban yang harus dijalankan'.

Sebagai tokoh politik, termasuk tokoh parpol sebagai tugas mulia yang memang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Namun, tidak dibumbui caci-maki, cercaan, dan fitnah dengan maksud menjatuhkan citra lawan politiknya.

Menjadi sekedar tokoh politik mungkin jauh lebih gampang daripada menjadi tokoh yang penuh kearifan dan jiwa besar.

Sahat Sitorus
Jl Bambu Duri 2 Jakarta Timur
Email: ssitoruss@hotmail.com
Tel: 8615801

(msh/msh)


Berita Terkait