Terorisme
Jumat, 16 Nov 2007 09:33 WIB
Jakarta - Kalau kita simak secara seksama yang namanya teror bisa berbentuk bermacam-macam. Dimulai dari dari yang kecil yaitu mengintimidasi. Untuk memaksakan kehendak pun juga sudah masuk dikatagorikan sebagai teror. Menurut pemahaman umum teror adalah suatu tindakan dari seseorang atau sekelompok orang agar orang lain atau kelompok orang lain menjadi takut dan resah. Bahkan menjadi trauma. Di dalam era reformasi para petinggi dan para penggagas demokrasi negeri ini yang menurut saya sudah jungkir balik. Lepas dari tujuan mulia yang semula. Sementara itu, perangkat komunikasi tidak lagi terbatas jarak dan waktu. Ada telepon selular dengan operator konvensional hingga dengan satelit. Akhirnya para teroris bisa mendapat bantuan dana dari luar negeri termasuk bom, senjata, data-data yang dikirim via internet serta mereka mendapat jaminan-jaminan tertentu apabila sampai harus tertangkap.Pendek kata ada sponsor dari negara-negara yang menghendaki negara kita menjadi carut-marut dan akhirnya hancur. Seperti akhirnya kita bisa lihat dan dengar ledakan bom terjadi di mana-mana, perang antar etnis dan agama dengan awal pemicunya sebenarnya tidak terlalu signifikan namun ada provokator dari orang dalam dari kelompok teroris tersebut. Jadilah negeri ini kian dramatis. Kemudian teror dikembangkan lagi dalam bentuk lain. Misalnya mennyabotase aliran listrik dengan memotong kabel tegangan tinggi sehingga KRL menjadi lumpuh. Belum lama ini ada kejadian di beberapa kota di Jawa Tengah sekelompok orang melepasi penjepit rel kereta api yang menghubungkan antara Jakarta/Bandung ke Jawa Tengah/Timur sehingga akhirnya gerbong penumpang anjlok dan terjun ke jurang. Ini belum selesai. Ada yang baru dengan "memodifikasi" pemahaman ajaran agama dengan mengklaim sang pemimpin seolah-olah yakin mendapat wahyu dari Tuhan dan diangkat menjadi Rasul dan yakin betul "Sang Rasul" yang diajarkan adalah benar. Tapi tidaklah benar bagi yang lain karena sudah membuat rancu kaidah yang sudah ada dari Rasulullah SAW sebagaimana ajaran yang telah dirisalahkannya. Dan masih ada yang lain. Kalau malah bisa saya mau tertawa terbahak-bahak karena ada aliran lain yang minta sejumlah uang ratusan ribu rupiah sebagai uang hijrah kabarnya dijamin masuk surga bagi yang memenuhinya ... ! Pendek kata, dari semua itu saya berkesimpulan bahwa inilah adalah sebuah skenario yang patut kita untuk mewaspadai dan arah tujuannya. Bahkan tidak mungkin ada dalang di balik ini semua. Kalau boleh sedikit ngomong blak-blakan bukan tidak mungkin ini salah satu paket progam bangsa Yahudi yang ingin menghancurkan umat khususnya umat Islam di Indonesia. Sebab, umat Islam Indonesia sangat besar. Namun, lemah dalam hal kualitas pemahaman dan keyakinannya ajaran agamanya. Yang lebih spesifik lagi masyarakat yang beragama Islam. Mereka Islam tapi tidak banyak yang tahu isi dari Islam itu sendiri.Sekali lagi mari kita mohon kepada Tuhan yang memberi kita hidup, nafas, dan hati nurani kita. Moga-moga siapa pun yang membuat teror dan onar segeralah mendapat hukumannya. Kecuali yang mau kembali bertobat segera mendapatkan hidayah dan ampunannya. Amin. Soewarno PawiroredjoKomplek PUSPIPTEK IIIA-7 Serpong Tangerangcolomadoe55@gmail.com081510939837
(msh/msh)











































