Kita Tunggu Saja Proses Hukumnya

Kita Tunggu Saja Proses Hukumnya

- detikNews
Rabu, 14 Nov 2007 09:32 WIB
Kita Tunggu Saja Proses Hukumnya
Jakarta - Saya ingin sedikit menanggapi tulisan Novri Yurisman Selasa, 13/11/2007 09:23 yang berjudul Busway Pondok Indah (PI). Mungkin ini yang sering disalahpahami oleh masyarakat lain. Seringkali masyarakat diadu domba oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang selalu berbicara ini untuk kepentingan bersama. Kasarnya, jangan egois lah. Perhatikan juga orang-orang pemakai kendaraan umum.Perlu Anda ketahui, warga PI tidak anti-busway. Kami hanya menginginkan proses yang benar yang sesuai hukum. Dalam perencanaan pembangunan jalur ini seharusnya dibuat dahulu analisis terhadap dampak lingkungan (Amdal) yang melibatkan opini warga. Dalam proyek ini warga yang terkena dampak dari proyek ini tidak pernah dilibatkan. Dan ternyata selama ini (dari koridor I-VII) yang ada amdalnya hanya koridor I.Setelah kami minta Pemprov DKI, pada 18 September 2007 akhirnya ada undangan dari Pemprov DKI untuk pembahasan amdal. Proses pembuatan amdal ini sebenarnya tidak sebentar karena survei-survei yang dilakukan seharusnya sangat mendalam (dampak kemacetan, banjir, kesehatan, dll.).Tapi terlihat dari draf amdal itu (dan disetujui oleh pakar dari UI, Walhi, Kementerian LH) bahwa draf itu sangatlah dangkal dan seperti dibuat tergesa-gesa. Hasilnya adalah bahwa amdal yang sebenarnya disetujui semua pihak dan diuji dahulu itu dianggap sah oleh Pemprov DKI.Rencana awal mereka adalah bahwa koridor VIII melewati Jalan Ciputat Raya (Pondok Pinang). Kenapa mereka memaksakan lewat Jalan Metro Pondok Indah? Karena masalah biaya? Pembebasan lahan membutuhkan dana lagi? Kenapa mereka tidak memikirkan itu dalam rencana awal?Lalu dalam draf amdal itu, mereka mencantumkan bahwa mereka akan membuat mix traffic di Jl MPI, dengan memasang "red carpet", atau aspal/cat merah, sehingga semua kendaraan dapat lewat. Tapi dalam kenyataan, mereka langsung mencor beton. Ini yang sangat disayangkan, kenapa mereka melanggar apa yang mereka tetapkan sendiri? Apakah mereka dapat mengganti semuanya sesuka hati mereka? Pengecoran beton inilah yang mengakibatkan kemacetan yang sangat hebat seminggu terakhir ini. Lalu pengecoran beton itu dilakukan di atas saluran air minum (bukan hanya untuk PI tapi untuk seluruh Jakarta Selatan). Walaupun mereka membuat lubang tapi penutup saluran itu tidak ada jaminannya akan kuat menahan beban itu.Dapat dibayangkan setelah jalan jadi, lalu dilewati bus-bus besar itu. Apa nasib saluran itu. Belum lagi tentang pohon-pohon yang ditebang itu.Sekali lagi, PI tidak anti-busway. Kami hanya menginginkan Pemprov DKI untuk juga melakukan perencanaan yang baik, berdiskusi dengan warga untuk meminta pendapat warga. Karena apa? Kemacetan ini paling parah adalah bagi warga Ciputat, Lebak Bulus, Cinere, dll. Banjir yang disebabkan peninggian jalan dan penutupan seluran air akan dirasakan semua orang.Dan saya yakin, kalau mereka merasa benar, mereka tidak akan menghentikan pembangunan itu sehari pun. Kami tidak memblokir apa pun. Kami hanya meminta mereka untuk menghargai apa yang mereka rencanakan sendiri. Kalau merasa benar mengapa Senin, (12/11/2007) malam ada 500 petugas Satpol PP memasang tampang perang "menjaga" kawasan Metro PI?Mereka yang melawan hukum kenapa kami disalahkan? Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan. Ini sekedar penjelasan mengapa kami bertindak seperti sekarang ini. Kita tunggu saja proses hukumnya.R MangunsongPondok Indah Jakartarppmangunsong@yahoo.com (msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads