Fenomena transjakarta

Fenomena transjakarta

- detikNews
Selasa, 13 Nov 2007 09:28 WIB
Fenomena transjakarta
Jakarta - Sudah dua sampai tiga minggu ini DKI Jakarta dipenuhi oleh berita mengenai kemacetan akibat pembangunan busway. Maupun kondisi kemacetan yang terjadi akibat pembangunan yang dilakukan dalam waktu bersamaan. Seharusnya pihak pemerintah maupun pengguna jalan (tanpa kecuali) mencoba untuk bekerja sama yang lebih baik guna mengatasi kemacetan yang sering terjadi. Pemerintah DKI Jakarta seharusnya melakukan koordinasi menyeluruh kepada instansi terkait mengenai akan adanya pembangunan jalur busway secara bersamaan, melakukan pembatasan jumlah kendaaraan dengan tipe besar seperti kontainer, truk, bis besar dan sebagainya yang akan masuk ke DKI Jakarta. Sudah saatnya pemberlakuan jam sibuk pada jalan di DKI Jakarta sama seperti zaman Soeharto dahulu. Truk atau kontainer hanya boleh pada pukul 23.00 - 05.00 WIB. Masalah korupsi atau penggelembungan dana pada setiap proyek di pemerintah sudah pasti terjadi. Jadi hal ini diserahkan saja kepada Tuhan YME dan Kepolisian untuk tanggung jawab duniawi. Pihak Kepolisian maupun Dinas Perhubungan sudah saatnya untuk melakukan tindakan tegas kepada pelanggar pengguna jalan. Jangan hanya terima aksi damai dari pelanggar lalu lintas. Dalam hal ini sebenarnya pihak Kepolisian maupun Dishub yang menerima suap juga harus dipecat. Bukan hanya diberi sanksi ataupun dimutasi.Masyarakat pengguna kendaraan dalam hal ini terdapat roda 2, roda 4 pribadi, dan sebagainya. Untuk pengendara roda 4 pribadi di DKI Jakarta saat ini sudah sangat buruk. Bisa dikategori sangat buruk apalagi dengan kendaraan roda 2, roda 3 dan lain-lain. Maka dari itu saya mengajak semua pengguna jalanan untuk bisa lebih tertib sehingga akan tercipta lalu lintas yang lebih baik. Minimal 20%-30% lebih baik dalam menggunakan jalan. Bukannya hal tersebut juga akan menguntungkan buat diri kita.Bagi pengguna jalan sudah waktunya juga tidak memarkirkan kendaraan di sembarang tempat. Para pejabat juga agar lebih sadar kalau macet jangan juga sruduk minta jalan. Ingat wahai pejabat anda-anda sekalian digaji oleh duit kami. Semua fasilitas punya negara.Untuk para pengendara motor yang ugulan-ugalan dan arogan konon katanya mempunyai 9 nyawa agar lebih sadar. Agar semua pihak lebih tertib, teratur, dan mengikuti semua aturan yang belaku. AndreSukabumi Jawa Baratpamungkasandre@yahoo.com.sg0266531954 ilustrasi/ist (msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads