Busway Pondok Indah
Selasa, 13 Nov 2007 09:23 WIB
Jakarta - Pembangunan jalan busway memang memunculkan masalah kemacetan yang cukup menimbulkan perasaan yang tidak nyaman untuk warga jakarta. Hal ini juga yang dirasakan warga Pondok Indah. Tapi melihat apa yang dilakukan warga Kompleks Pondok Indah sesuai berita pemblokiran yang dilakukan warga (7/11/07) saya rasa adalah sikap yang tidak simpatik. Memang, kemacetan adalah buah dari overload-nya kendaraan yang ada di Jakarta dan kurangnya kesadaran berkendara. Ada solusi yang lebih simpatik untuk mengurangi permasalahan macet. Yaitu dengan kesadaran kita untuk mengurangi penggunaan kendaraan bagi yang memiliki atau minimal kalau memang harus berkendaraan jangan hanya sendiri. Karena dengan satu orang dalam mobil misalnya bayangkan anda telah memakai jalan lebih hanya untuk anda sendiri. Apakah ini egois. Jawab sendiri. Bisa saja kita menjawab dengan gampang ini mobil gw dan harta gw. Tapi apakah itu wise menurut anda yang berpendidikan tinggi dan mempunyai materi yang cukup. Saya rasa sudah saatnya kita saling menyadari. Busway dalam konteks ini adalah layanan publik saharusnya didahulukan. Mungkin saat ini kita capek, marah, kesal, karena kemacetan yang ada. Tapi ingat manfaat jangka panjangnya. Keteraturan, mungkin adalah hasil untuk ke depannya. Tapi, harus sabar menunggu hasil itu. Karena semuanya tidak bisa dengan instan. Bayangkan seandainya kita yang di posisi susah dan orang yang kena macet sekarang ini anda. Apakah yang akan anda rasakan. Untuk hasil yang lebih baik memang butuh kesabaran dan keikhlasan untuk mencapai hasil yang maksimal. Mulailah dari diri sendiri dulu untuk belajar saling memahami dan rasa ingin saling bantu. Walaupun tidak membantu kemacetan minimal kita sendiri bisa sedikit tenang tanpa harus memaki ataupun protes yang dalam kenyataannya tidak ada hasil yang instan bukan.Novri YurismanSetia Budi Jakartanofree_spyco@yahoo.com081386264381
(msh/msh)











































