Bangsa yang Pintar

Bangsa yang Pintar

- detikNews
Senin, 12 Nov 2007 09:21 WIB
Bangsa yang Pintar
Jakarta - "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya". Kalimat-kalimat ini sudah sering didengar sewaktu kita masih duduk di bangku sekolah. Jika kita menilik di balik kalimat itu, adalah bagaimana kita harus belajar dari sejarah bangsa ini, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang pernah kita lakukan. Menghargai bagi golongan yang lebih mengutamakan kepentingan masyarakat luas dan bangsa.Sejalan dengan perkembangan bangsa sepertinya kalimat itu sudah tidak ada maknanya lagi. Melihat banyaknya kebijakan-kebijakan yang tidak mengutamakan kepentingan banyak pihak. Salah satunya proyek Busway yang hampir mengelilingi area Jakarta. Di satu sisi, ada kalangan yang mengatakan bahwa proyek tersebut dapat mengatasi kemacetan yang sudah menjadi momok Jakarta. Namun, sudah seperti biasa kita dengan proses "janji-janji manis", pernyataan tersebut tidak diperkuat dengan fakta logis dan numeris. Jika di pedesaan kita mengenal adanya musyawarah tani di setiap lumbung tani, di mana terjadi pembicaraan (dialog) dua arah yang disertai dengan pengarahan, yang arti dalam bahasa perkotaan, diadakannya presentasi mengenai teknologi terbaru untuk menangani hama yang ada. Sedangkan di Jakarta, kota Megapolitan, kita tidak mendahulukan adanya musyawarah yang baik sebelum memulai atau mengenalkan teknologi baru yang akan dipakai. Walau di kota besar, terdapat banyak media untuk disampaikan informasi tersebut (multi media). Presentasi yang baik, yakni yang disertai data dan informasi yang akurat disertai dengan riset.Sebagai bangsa yang besar, apakah kita pintar? Tanpa mau mendengar, melihat, merasa, dan mengerti setiap masyarakat yang ada di dalamnya. Apakah kita bisa menjadi bangsa yang pintar? Walau banyak warga dan masyarakat kaum cendikia, tapi hanya 4 orang yang layak menjadi gubernur dan wakilnya. Tidak bisa meminta penjelasan akurat logis dan sesuai data numeris mengenai proyek Busway. Walau proyek tersebut berada di atas jalan umum, jalan semua orang, jalan yang katanya dibangun dari pajak anda.Chrisma WibowoKompleks DKI Joglo Jakarta Baratraden_chrisma@yahoo.co.id085217116777 (msh/msh)


Berita Terkait