Aliran Sesat

Aliran Sesat

- detikNews
Jumat, 02 Nov 2007 09:15 WIB
Aliran Sesat
Jakarta - Saya tidak habis pikir dengan apa yang menjadi hambatan pemerintah untuk memberantas aliran yang mengaku benar dalam ajaran Islam tapi kenyataannya sesat. Apa yang menjadi alasan terlalu klise (hak asasi manusia). Perlu diketahui ajaran ini telah menodai salah satu agama bukan membuat agama baru. Apa kelompok yang mengaku-ngaku benar ini tidak menyalahi hak azasi orang juga. Dalam hukum islam orang yang menodai agama apapun itu alasannya "DARAHNYA PUN HALAL." Jangan main-main dengan agama. "ISLAM ITU FLEXIBLE TAPI KALAU SUDAH MASUK KE DALAM ISLAM ANDA HARUS TUNDUK DENGAN ATURAN YANG ADA DALAM ISLAM." Itu saja saya rasa sudah cukup jadi landasan.Satu lagi yang jadi pekerjaan pemerintah ada faktor lain kenapa masyarakat ini begitu bodoh mempercayai para pencetus aliran-aliran yang mengaku ajudan atau wakil Tuhan di muka bumi ini. Mereka terjebak dalam pemikiran instan. Semuanya kalau bisa yang enak dan tidak susah. Termasuk bisa masuk surga. Inilah yang dijanjikan oleh nabi palsu ini. Sekarang bukan saatnya menyalahkan pihak yang bereaksi keras. Justru memang harus seperti itu karena memang mereka yang dizalimi. Agama mereka yang dinodai. Kalau si nabi palsu membuat agama baru dengan nama dan cara serta aliran yang tidak menyinggung salah satu agama atau kepercayaan yang ada saat ini otomatis dia hanya akan berhadapan institusi yang berwenang. Bukan langsung berhadapan dengan masyarakat.Justru aneh banyak ahli atau pakar mengatakan jangan dengan kekerasan. Hal seperti ini tidak bisa ditolerir sama sekali. Ini menyangkut hubungan vertikal antara manusia dengan penciptanya. Kalau dengan cara dialog apa yang harus didialogkan karena memang apa yang jadi pemahaman mereka itu salah.Sifat ekstrim dari masyarakat bawah juga diakibatkan oleh para elit atau pimpinan yang tidak tegas atau terlalu lembek dalam membuat keputusan dengan alasan mengutamakan cara dialogis. Kalau memang pimpinan dan elit yang pintar dan tidak ada kepentingan kelompok tertentu secara logika dapat dipahami mana yang perlu dilakukan tindakan tegas dan keras mana yang tidak. "INI BUKAN SUATU PERMASALAHAN YANG ABU-ABU. INI MASALAH AGAMA YANG SEMUA ORANG TAHU KALAU INI BUKAN HAL YANG MAIN-MAIN."Aparat pemerintah dan yang berwenang pahami permasalahan ini dengan ketulusan dan mementingkan kepentingan umum. Cobalah untuk mensejahterakan rakyat dengan lebih baik lagi.Novri YurismanSetia Budi Jakartanofree_spyco@yahoo.com02193266911 (msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads