Pendidikan Moral Bangsa
Kamis, 01 Nov 2007 09:37 WIB
Jakarta - Masyarakat "Sakit". Kalau anda sedang di jalan raya dan mendengar suara sirine apa yang segera anda lakukan. Pasti anda akan segera menepi untuk memberi ruang jalan. Tetapi sayang, itu terjadi zaman dulu. Sekarang orang kalau mendengar suara sirine khususnya ambulan yang notabene membawa orang sakit, pemakai jalan lain tidak mau minggir. Bahkan sengaja tetap melenggang santai di depan mobil ambulan tersebut meski suara sirine sudah meraung-raung kerasnya.Mungkin mereka tidak mendengar. Atau mereka mendengar tetapi menutup telinga mereka. Lebih parah lagi jika telinga hati yang mereka tutup maka suara sekeras apa pun tetap tidak akan didengar.Nampaknya moral masyarakat sudah "sakit kronis" seperti kanker yang terus menggerogoti hati dan kehidupan masyarakat kita. Kejadian ambulan yang tidak bisa berjalan cepat sudah terlalu sering saya lihat. Bahkan sampai-sampai saya geram dan ingin saya tendang itu orang-orang yang tidak mau minggir.Pendidikan tampaknya sudah tidak mampu mencetak manusia bermoral. Hanya mencetak manusia genius tetapi tanpa hati. Bahkan para pemimpin umat beragama pun sudah kehilangan rohnya dalam menjalankan fungsi dan tugas utamanya memberikan pendidikan moral bagi umat beragama. Kita semua pelu berpikir jernih saat ini. Melepaskan semua baju "SARA" yang melekat bersama-sama peduli pada pendidikan moral bangsa. Siapa pun diri kita. Khususnya bagi orang tua, pelaku dunia pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama peduli pada moral bangsa. Tidak ada kata terlambat untuk memulai.KristiantoDewi Sartika 58 Semarangkrist_kentiz@yahoo.com081325788021
(msh/msh)











































