Isu Berat dalam Yin dan Yang

Isu Berat dalam Yin dan Yang

- detikNews
Senin, 08 Okt 2007 08:15 WIB
Jakarta - Pemanasan global adalah tanda-tanda kemarahan alam. Bencana alam skala besar. Penyakit baru yang mematikan. Udara makin panas. Persaingan ketat dalam segala sektor. Orang tambah mudah marah. Pertikaian akan bertambah banyak. Semua mulai bermunculan pelan tapi pasti. Kenapa semua ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Saya akan membahas kejadian alam fenomenal ini dengan kacamata filosofi China. Yaitu Yin dan Yang. Yin berarti negatif dan Yang positif. Segala sesuatu di muka bumi ini haruslah memiliki keseimbangan antara Yin dan Yang. Untuk menjaga kestabilan alam semesta jikalau keseimbangan terusik maka alam akan bertindak untuk memulihkan keseimbangan itu. Siang adalah Yang dan malam adalah Yin. Laki-laki adalah Yang, perempuan adalah Yin. Dan masih banyak contoh yang lain lagi.Dalam hal pemanasan global ini alam adalah Yang sedang manusia adalah Yin. Alam yang menyediakan segala sesuatu sedang manusia mengkonsumsinya atau menghabisinya. Sadarkah anda semua kenapa cara apa saja yang dilakukan oleh Green Peace, PBB, dannegara-negara maju semuanya tidak ada yang berhasil meredam pemanasan global.Jawabnya sebab mereka sendiri (kita semua) adalah Ying. Penyebab polusi yang mengkonsumsi alam sedikit demi sedikit. Bagaimana cara Ying menghilangkan sifat Ying-nya. Itu tidaklah mungkin selama kita menjadi manusia. Kita tetap akan mencari makan, bersaingan satu sama lain dalam banyak hal, berkeluarga. Berkeluarga bisa menghemat sedikit energi. Bayangkan biasa tidur dua kamar sekarang tidur satu kamar. Hemat energi sebuah AC (Air Conditioner), lampu, dan lainnyaJadi bagaimana cara menyeimbangkan alam lagi. Cara paling mudah ialah mengurangi jumlah Ying di dunia ini. Dan cara yang benar dan baik untuk kita lakukan adalah KB (Keluarga Berencana). Setiap keluarga suami istri hanya boleh punya anak satu saja. Coba pikir suami dan istri berarti dua orang. Punya keturunan satu orang. Berarti kita telah mengurangi jumlah manusia (YING) masa depan menjadi setengah penduduk sekarang (jika semua relaikut program ini). Jumlah mobil dan motor akan berkurang. Jumlah AC akan berkurang. Polusi akan berkurang dengan cara damai. Kita coba lihat contoh proyek KB satu orang anak adalah China. Mereka maju sekali sekarang. Di kota-kota yang besar tetap punya taman yang luas. Obyek wisata yang indah dan mempesona. Sebab mereka menerapkan sistim keseimbangan alam ini YING dan YANG. Konsep negara China adalah konsep yang cocok untuk masa kini. Karena itu negaranya otomatis terangkat oleh dunia dan alam.Dan jikalau kita tidak melakukan proses pengurangan jumlah penduduk ini alamlah yang akan membunuh manusia dengan cara yang kejam, baik dengan tsunami, gempa bumi, penyakit baru seperti flu burung, amuba pemakan otak, dan yang lebih parah lagi adalah perang saudara dan perang antar negara. Seperti misalnya antara Amerika dan Irak. Itu akan terus ada karena persaingan untuk mencari makan tambah ketat. Apa pun alasan perang itu sebenarnya alasannya UUD, ujung-ujungnya duit. Duit adalah alat tukar untuk membeli secuil hasil alam untuk dikonsumsi.Sungguh adalah tidak mungkin kita manusia tidak merusak alam. Kita pakai contoh manusia paling hijau sekarang secara teori adalah biksu pedalaman. Biksu dia menjauhi keduniawian. Tidak makan daging. Tapi tetap saja dia perlu makan sayur dan harus dimasak dengan kayu bakar (polusi lagi) dan menanak nasi. Perlu alat penerangan seperti lilin dan jika baju rusak perlu beli baju baru. Sungguh saya rasa tidak ada manusia yang lebih hijau lagi. Jadi sejak bayi manusia telah mengkonsumsi alam ini.Kesimpulannya kalau jumlah penduduk tidak bisa dikurangi pemanasan global tidak mungkin bisa diatasi. APA PUN CARANYA PERCUMA. Dan alamlah yang akan membunuh manusia untuk alam Ini adalah solusi untuk kemacetan masa depan. Ini adalah solusi untuk kemiskinan. Ini adalah solusi untuk pengangguran. Ini adalah solusi untuk pemanasan global. Ini adalah solusi untuk kemajuan bagsa dan negara.Bayangkan jika kita bisa membuat sebuah Gap Generation sebuah generasi lompatan kuantum, sebuah generasi yang jauh lebih berilmu dari generasi sekarang ini di Indonesia. Pendidikan makin maju. Bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat dan maju. Rakyat makmur sentosa. Bayangkan jika hanya punya satu anak sudah pasti beban hidup akan lebih kecil. Daripada punya anak banyak. Dengan begitu akan lebih mudah untuk menyekolahkan anak hingga pendidikan yang lebih tinggi daripada kita punya banyak anak. Orang yang kelas menegah dapat memberikan sekolah yang lebih berkualitas kepada anaknya.Untuk mensukseskan program ini kita semua perlu berkorban dengan hanya punya satu anak. Ini harus dilakukan dengan sukarela dan dengan damai. Tanpa paksaan. Saya tahu ini tidak mudah tapi apa yang mudah di dunia ini. Semuanya gampang-gampang susah.SuwandyJl Kebon Jeruk No 21 Jakartaboat777@yahoo.com08881039601 (msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads