Tarif Busway
Jumat, 07 Sep 2007 08:12 WIB
Jakarta - Salah satu kebijakan Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang menarik adalah sarana transportasi Busway. Tetapi, usulan kenaikan tarif Busway dianggap "tekor". Gubenur Sutiyoso berkomentar bahwa masyarakat juga akan mengerti. Dalam transportasi tidak ada mencari untung.Kenaikan tarif sebenarnya masalah klasik yang selalu terjadi di sektor transportasi. Namun, apakah pemda mengerti tentang konsistensi pelayanan. Apakah pelayanan selama ini sudah sesuai dengan desain awal dibangunnya Busway.Masyarakat sudah dikorbankan dengan adanya pengurangan lajur jalan. Tentunya ide awal pengadaan transportasi Busway menjadi harapan dari kompensasi pengorbanan masyarakat. Adanya sarana transportasi umum yang nyaman dan aman.Belajar dari pengalaman sebelumnya tentang pengadaan sarana transportasi sejak peluncuran Bus Patas, kemudian Patas AC, dan sampai sekarang Busway apakah sudah konsistensi dengan tujuan awal. Bus Patas yang awalnya didisain tidak boleh ada yang berdiri sehingga berbeda dengan bus reguler semakin lama tidak ada bedanya dengan bus reguler.Kemudian diluncurkanlah Patas AC yang nasibnya tidak jauh beda. Kini Busway. Belum tuntas penyediaan secara total sarana Busway sudah ada tanda-tanda nasibnya akan seperti sarana transportasi sebelumnya. Penuh sesak dan bermacet ria. Satu-satunya lajur yang relatif aman hanya Koridor I.Jika kondisi tersebut dibiarkan terus jangan harap masyarakat akan meninggalkan mobilpribadi. Tujuan awal Busway menjadi sia-sia dan tidak tercapai. Maka dicarilah alasan yang simpel alias klasik "kurang dana untuk pelayanan" sehingga diperlukan kenaikan tarif (bukannya sudah diperhitungakan sebelumnya).Masih ingat bagaimana tarif Patas AC yang selalu dinaikkan dengan alasan untuk peningkatan pelayanan. Tetapi, dalam pelaksanaan tetap saja masyarakat dikondisikan seperti biasa. Penuh sesak tanpa kenyamanan.Sebenarnya Busway sudah menunjukkan sedikit hasil. Semisal tidak terlalu penuh sesak dan tidak bermacet ria sehingga tercipta ketepatan jadwal dan kenyamanan. Masyarakat akan gampang menerima kenaikan tarif. Jangankan naik menjadi 5000 lebih pun akan dapat diterima dengan senang hati.Seharusnya pemda membuktikan terlebih dahulu salah satu pelayanannya. Sebagai contoh seluruh lajur Busway tidak terkontaminasi oleh kendaraan lain sehingga ketepatan waktu bisa menjadi andalan Busway seperti salah satu cita-cita awal busway.Kalau pemda bisa secara kontinyu dan konsisten membebaskan lajur Busway maka usulan kenaikan tarif akan bisa lebih diterima masyarakat. Jangan seperi janji ketika kenaikan tarif bus Patas AC yang menjanjikan akan kembali diturunkan jika tidak ada peningkatan pelayanan. Di negeri ini jika tarif sudah naik jangan berharap tarif bisa turun.Tentunya tidak berharap nasib Busway akan seperti sarana transportasi terdahulu seperti Patas AC. Harus ada konsistensi terhadap rencana. Tanpa itu ucapan "selamat tinggal Busway" tinggal menunggu waktu.DidietDukuh Zamrud Blok S13/11 Kota Legenda Bekasimi.jkt@sumalindo.com08129418950
(msh/msh)











































