Indonesia Bukan Indon

Indonesia Bukan Indon

- detikNews
Senin, 03 Sep 2007 11:39 WIB
Indonesia Bukan Indon
Jakarta - Marah dan kesal. Itu yang dirasakan oleh hampir seluruh rakyat Indonesia yang menyimak kasus pemukulan wasit kita di Malaysia. Kemarahan tersebut terakumulasi dengan kasus-kasus TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang disiksa, dianiaya hingga luka, cacat, bahkan ada yang meregang nyawa. Sebagai rakyat memang tidak bisa terima perlakuan-perlakuan tersebut. Walaupun kekerasan tersebut adalah kesalahan yang bersifat segmented. Hanya dirasakan oleh beberapa orang yang 'tidak beruntung' dalam perantauannya di negeri orang. Seluruh rakyat Indonesia merasa terluka dan berusaha untuk meminta pertanggungjawaban penyelesaian kasus TKI dan wasit kita di sana. Tetapi, apakah kita sadar bahwa ada kesalahan serius yang dirasakan oleh semua warga Indonesia yang sedang berada di Malaysia. Kesalahan yang bagi saya adalah bersifat sangat amat harus diluruskan. Ya, kesalahan dalam bentuk pengucapan negara kita. Mereka lebih suka menyebut kami, perantau yang ada di sini, dengan sebutan Indon.Indon, mungkin bagi mereka adalah singkatan dari negara kita, Indonesia. Kata Indon terasa lebih pendek, lebih mudah diucapkan daripada kata Indonesia. Pada awalnya saya beranggapan kata Indon merupakan salah satu bentuk keakraban mereka terhadap warga Indonesia yang ada di sini. Tetapi, setelah beberapa bulan, saya merasakan ada yang salah dengan kata tersebut. Mereka cenderung 'melupakan' nama negara kita. Teman-teman Melayu saya lebih suka bertanya kepada saya, "oo .. awak daripada Indon ke?" (ooh.. kamu dari Indonesia ya). Parahnya, kebanyakan dari kami cenderung menjawab, "iya". Jarang sekali yang berani menjawab, "Bukan! Saya berasal dari Indonesia, tiada negara di dunia ini yang bernama Indon". Kita cenderung membenarkan istilah yang menurut saya sangat amat kurang tepat.Di mana letak kurang tepatnya? Mungkin bagi beberapa orang itu bukan merupakan masalah serius. Tetapi, apakah kita pernah berfikir bahwa nama negara adalah sakral. Pengucapan nama negara dengan tepat adalah salah satu bentuk pengakuan kedaulatan dan penghormatan kepada Negara tersebut. Apakah karena negara kita sedang cukup terpuruk sehingga nama Negara pun boleh diubah seenaknya? Apakah karena Negara kita sering dikatakan Negara yang orang-orangnya sangat bertoleransi, sehingga kita boleh mentolerir pemenggalan nama negara tersebut? Saya rasa perjuangan untuk memperoleh 9 deretan huruf yang membentuk nama negara kita adalah bukan pekerjaan yang mudah, semudah menyunat jumlah hurufnya menjadi lima. Mungkin jika jenderal Soedirman, Bung Karno, Bung Hatta, atau para pejuang yang lain ikut merangkai deretan huruf tersebut mendengar istilah Indon. Mereka tidak akan pernah bisa menerima.Kita harus menyadarkan diri sendiri dan orang lain bahwa Indonesia bukan Indon. Mungkin kita semua keblinger dan sedikit lupa bahwa nama Negara kita adalah Indonesia. Indonesia adalah Indonesia, bukan Indon. Kautsar AhmadMahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia Bangikiko_rfid@yahoo.com (msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads