Raisah

Raisah

- detikNews
Selasa, 28 Agu 2007 07:25 WIB
Jakarta - Raisah sudah kembali ke pangkuan orang tuanya. Drama penculikan anak yang menghebohkan Indonesia itu berakhir sudah. Ketegangan yang menghinggapi masyarakat selama beberapa hari ini diakhiri dengan kelegaan karena yang diculik selamat dan yang menculik tertangkap. Sebelumnya, imbauan dan kecaman kepada si penculik bagai hujan deras di musim yang kacau dan wolak-walik ini datang dari mana-mana.Jumat (24/08/2007), beberapa jam sebelum pelaku penculikan ditangkap imbauan khusus disediakan editorial salah satu televisi yang menunjukkan betapa rawannya keamanan di Indonesia. Menurut stasiun TV itu kasus penculikan yang dilaporkan masyarakat ternyata bukan sekali dua kali namun belasan kali. Yang tidak dilaporkan malah belum diketahui berapa jumlahnya.Bahkan, Presiden SBY menyatakan keprihatinannya dan mengimbau supaya penculik menyerahkan diri dan menyerahkan Raisya ke orang tuanya. Polisi, di hari yang sama nampaknya mencapai titik puncak pencarian.Kelompok penculik pun ditangkap di hari Jumat, di hari yang sama ketika stasiuan TV itu dengan editorial paginya mengingatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat Indonesia terganggu. Sekaligus juga tersirat kerawanan akhlak masyarakat Indonesia yang mudah tergelincir.Saya yakin, pasti kawanan penculik itu stres setelah diimbau dari sana sini. Apalagi presiden turut bicara. Seperti sudah diduga oleh pihak kepolisian modus operandi penculikan biasanya berhubungan dengan orang dekat atau orang yang kenal dengan keadaan keluarga si korban.Dugaan polisi pun tepat. Ternyata si penculik adalah suami dari seorang wanita kenalan dari keluarga korban. Polisi yang sudah mempunyai banyak pengalaman sejak awal tampaknya sudah menduga kalau para penculiknya punya kaitan dengan keluarga korban. Meskipun secara tidak langsung namun modus operandi penculikan sebenarnya memang khas. Seringkali berhubungan dengan oknum yang dekat dan kenal seluk beluk calon korbannya.Sambil ikut merasa lega, saya memikirkan sesuatu sambil membaca detikcom yang menulis berita kalau Raisya sudah kembali. Sejenak saya merenung. Faktor apa yang menyebabkan sekelebat niat jahat menjadi kejahatan sesungguhnya.Sukar juga dipikirkan karena saya tidak berada di posisi si penculik. Tetapi, kalau saya rujukkan ke petuah lama, suatu hadis pernah saya baca kalau seseorang berniat jahat ataupun niat baik dicatat oleh malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia. Pikir saya, kali saja si malaikat sudah mencatat niat si penculik lantas diintip iblis. Walhasil, yang tadinya niat pun menjadi kenyataan karena niat jahatnya dikipasi sang iblis.Begitulah yang terjadi pada komplotan si penculik yang notabene ternyata berasal dari perkawanan satu SMA (3 di antaranya malah masih sekolah). Yang masih mengejutkan mungkin latar belakang dari si pelaku.Sebenarnya mereka dekat dengan aktivitas keagamaan karena semasa SMA merupakan aktivis Rohis (rohani Islam) sekolahnya. Istri kedua pelaku utama adalah guru mengaji dari keluarga korban. Bahkan si pelaku, menurut laporan detikcom, rajin mengajarkan agama, salat, mengaji, dll.Prihatin. Harus, karena tampaknya telah terjadi suatu keadaan terpelintir. Keadaan yang bertolak belakang antara kenyataan lahir dan yang batinnya. Entah dalam bentuk apa si iblis tampil di pikiran si pelaku. Si iblis dapat menyusup dari mana saja.AtmonadiMendawai 4 No 6 Jakartaatmoon.geo@yahoo.com081585825354 (msh/msh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads