Kemitraan Indonesia Jepang
Jumat, 24 Agu 2007 08:43 WIB
Jakarta - Cukup menarik mencermati kunjungan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe ke Indonesia pada 20 Agustus 2007 lalu. Kunjungan ini merupakan balasan lawatan Presiden SBY ke Jepang pada 28 November 2006. Mungkin menjadi unik. Shinzo Abe merupakan PM termuda dalam sejarah pemerintahan modern Jepang.Ia dipilih menjadi PM bulan September 2006 saat usianya masih 52 tahun. Menariknya, SBY menjadi kepala negara pertama yang bertemu pengganti Junichiro Koizumi ini saat memegang tampuk tertinggi pemerintahan Jepang.Akan tetapi, bukan hanya persoalan di atas yang perlu dicatat dalam pertemuan kedua negara ini. Masalah pembangunan investasilah yang harus mendapatkan perhatian serius.Kemitraan antara Indonesia dan Jepang sudah lama terjalin. Jepang menempati posisi penting sebagai mitra dagang dan investor Indonesia yang terbesar. Terdapat kurang lebih 1.200 perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia dan mempekerjakan sekitar 200 ribu warga Indonesia.Tentu hal ini jangan sampai hilang. Indonesia harus terus menjaga agar hubungan baik ini tak meregang. Implikasi yang kita harapkan adalah meningkatnya investasi negeri sakura itu dalam berbagai sendi ekonomi dalam negeri.Kiranya, presiden SBY sangat menyadari hal ini. Telah banyak manajer dan pekerja Indonesia yang mendapatkan keuntungan alih teknologi dan ilmu manajemen Jepang. Antara pengusaha Jepang dan Indonesia juga telah memahami komplementaritas, etos kerja, potensi, dan budaya masing-masing. Oleh karenanya, Indonesia patut berbangga dan lebih banyak belajar darinegeri matahari terbit itu.Kini, situasi ekonomi Indonesia cenderung membaik. Dalam kwartal kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3 persen, yang tertinggi dalam dua tahun terakhir. Credit rating Indonesia yang terbaik sejak krisis.Ekspor Indonesia tahun lalu menembus 100 milyar dollar Amerika Serikat. Pertama kali dalam sejarah. Inflasi tetap terjaga dengan target sekitar 6 persen. Sektor riil juga tumbuh membaik. Dalam dua tahun terakhir pemerintah Indonesia telah melancarkan program anti korupsi yang dipandang paling agresif dalam sejarah Indonesia.Melihat kondisi perkembangan Indonesia saat ini peluang bagi Jepang untuk mengembangkan kerja sama ekonomi terbentang semakin luas. Indonesia kini mengalami dan menjalankan transformasi yang pesat baik secara politik, ekonomi, maupun sosial.Namun, yang perlu diperhatikan jangan lagi ada gejolak yang merusak tatanan yang telah baik ini. Sudah menjadi tanggung jawab bersama agar para investor menjadi betah menanamkan modalnya di negeri ini. Jika tidak, tren kaburnya investor ke negara lain beberapa tahun terakhir akan kembali marak pada tahun-tahun mendatang.Miftahul KhoirKompleks Inkopad E 12/18 Sasak Panjang Tajur Halang Bogormiftahulkhoir@yahoo.co.id081310880885
(msh/msh)











































