Ada Apa Dengan Kulit Gelap

Ada Apa Dengan Kulit Gelap

- detikNews
Jumat, 17 Agu 2007 08:26 WIB
Ada Apa Dengan Kulit Gelap
Jakarta - Kesal sekali pada produsen kosmetik dan pelaku advertisement di Indonesia. Gara-gara ulah mereka hampir semua wanita jadi terobsesi dengan kulit putih. Bravo untuk mereka karena berhasil mempengaruhi konsumen dengan konsep iklan yang menurut saya menyesatkan. Dengan membuat standar sendiri bahwa putih berarti cantik. Ini 'Standar Ngawur' namanya.Coba saja perhatikan iklan kosmetik yang model wanitanya. Sibuk menutupi wajah karena takut jadi gelap terkena sinar matahari. Belum lagi salah satu iklan lotion yang memperlihatkan wanita yang berkulit putihlah yang dikagumi para pria. Seolah-olah yang berkulit gelap alias hitam atau coklat (what ever-lah you name it deh). Intinya yang tidak putih adalah jelek. Kusam dan tidak menarik.Tentu saja gampang menjual produk dengan konsep iklan seperti itu di Indonesia.Pertama karena memang kebanyakan kulit orang Indonesia gelap tidak seperti orang Eropa (wong dari sono-nya udah begitu adanya). Lalu diputarbalikkanlah fakta ahwa berkulit elap itu tidak menarik. Akan cantik kalau berkulit putih (excuse me ... ).Kedua, karena kebanyakan orang Indonesia lebih suka meniru-niru, latah, sehingga dengan mudah saja menelan 'Standar Ngawur' tadi. Daripada tidak cantik, hitam, dan kusam mendingan ikutan memakai produk pemutih saja.Kenyataannya tidak semua produk kosmetik aman dipakai. Semua tahu bahwa kandungan mercury yang berlebih pada zat pemutih menyebabkan kanker kulit. Lebih berbahaya lagi produsen kosmetik gadungan ikut memanfaatkan kesuksesan 'Standar Ngawur' ini. Ikut-ikutan memproduksi produk palsu.Dengan keahliannya dalam meniru produsen gadungan ini berhasil menjiplak habis produk ang laris manis beredar di pasaran. Konsumen tidak tahu pasti apa kandungan yang terdapat di dalamnya. Mereka tahu kosmetik dengan pemutih yang menurut iklan akan bikin cantik si pemakainya.Jangan pungkiri juga kenyataan bahwa para produsen gadungan ini tidak pernah mendaftarkan produknya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bagaimana mungkin mendaftarkan jika produknya aspal. Produsen Cina, Hongkong, Korea, dan Singapura tak ketinggalan mengekspor produk pemutihnya.Tentu saja tidak semua produsen mendaftarkan produknya di BPOM. Ditambah kurangnya kontrol terhadap peredaran kosmetik, obat, dan makanan di Indonesia menambah meriah si 'Standar Ngawur'.Formalin juga ikut-ikutan dijadikan bumbu dalam meracik kosmetik. Penggunaan formalin di atas 0.1% pada kosmetik mengakibatkan kanker. Apabila termakan berisiko terhadap gagal ginjal atau penyakit hati kronis. Selain itu juga mengancam perkembangan otak bagi anak-anak. Bayangkan bila seorang ibu hamil ikut mengkonsumsinya.Marilah sama-sama meluruskan yang terlanjur dibengkokkan. Berhentilah bersalah kaprah. Bahwa bukan kulit putih yang bikin cantik dan kulit sehat. Bersih itu yang BENAR. Bukan hanya benar malah hal itu menjadi penting sekarang dibanding memakai produk pemutih tetapi berisiko kanker atau gagal ginjal. Bukankah lebih mengerikan.Sudahilah. Kasihan saudara-saudara kita yang ditakdirkan berkulit gelap. Apa yang salah dengan kulit gelap. Berhentikan mempercayai 'Standar Ngawur', get real. Mau pakai whitening/bleaching sebanyak apapun kalau dasarnya berkulit gelap meskipun sudah diberi pemutih tentu saja akan kembali hitam ketika kosmetik tersebut diberhentikan pemakaiannya.Pilihan kembali pada konsumen. Mau putih tetapi menderita atau biarkan kulit berwarna aslinya tetapi sehat dan bersih.Lina ErlinaWisma Mulia Lt 29 Jl Jend Gatot Subroto Jakartalina.erlina@indogasonline.com021 2550 9299, 0815 8020 276 (msh/msh)



Berita Terkait