Ma'arif yang Tidak Arif
Senin, 30 Jul 2007 17:53 WIB
Jakarta - Berita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah menikah sebelum masuk ke Akademi Militer (Akmil), merupakan berita yang telah kita santap setiap hari dan setiap saat pada minggu-minggu ini. Berita yang disampaikan oleh seorang Zainal Ma'arif telah membuat heboh Indonesia Raya. Namun, dibalik itu semua, pasti ada hikmah yang bisa kita dapatkan. Kearifan seseorang untuk memberikan informasi yang mungkin berupa cela atau apa pun namanya akan lebih arif kalau diberikan secara proporsional. Hal ini agar tidak menjadi fitnah yang sangat menyakitkan bagi orang yang diberitakan. Tidak hanya bagi orang yang diberitakan, namun bagi para pembaca pun akan terasa betapa sakitnya penderitaan yang dialami oleh Presiden SBY jika berita itu memanglah tidak benar adanya.Zainal Ma'arif adalah Anggota Dewan yang (katanya) Terhormat. Namun, dengan pemberitaan ini, terlihat jelas bahwa informasi yang diberikan beliau adalah bukan mencerminkan seseorang yang memiliki kearifan untuk dapat dikatakan sebagai wakil rakyat. Bahkan, boleh dikatakan merupakan tindakan balas dendam terhadap karir politiknya yang boleh dikatakan telah mati. Semoga Allah membuka hati saudara Zainal untuk segera bertaubat.Kita rakyat Indonesia, mari berhati-hati terhadap orang yang mengatasnamakan rakyat, orang yang katanya mewakili rakyat. Namun, hanya memiliki ambisi untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya kita butuhkan.Mari kita semua secara arif menilai terhadap apa yang terjadi dan akan lebih baik lagi jika kita tidak ikut terlibat seakan-akan kita yang lebih tahu dan lebih benar dari siapa pun. Orang yang menutup aib sesorang akan mendapatkan ganjaran yang berlipat di Hari Pembalasan nanti. Begitu pula dengan orang yang menyebarkan fitnah akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Wahai para pemimpin, para pimpinan, dan para Anggota Dewan yang Terhormat, dan masyarakat Indonesia, Indonesia membutuhkan ketenangan. Indonesia membutuhkan orang-orang yang bukan mengejar kekuasaan. Indonesia membutuhkan orang-orang yang arif dalam menghadapi dan mengatasi tiap persoalan yang ada.Semoga kita bisa memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa, negara dan keluarga. Kita, dengan tetap menjaga kebersamaan dan kehormatan diri kita semua. Hidayatulah HimawanJl Gejayan gg Bakun 12C Yogyakartahidayatulahhimawan@yahoo.com08122732222
(msh/nrl)











































