Hikmah Larangan Terbang EU
Selasa, 24 Jul 2007 13:10 WIB
Jakarta - Larangan terbang EU dan ancaman Arab Saudi yang akan melarang maskapai RI memasuki wilayahnya semestinya tidak ditanggapi dengan emosional apalagi bersilat lidah. Kasus tersebut merupakan momentum paling tepat bagi sektor transportasi nasional kita untuk berbenah diri. Apa boleh buat, semua ini adalah buah simalakama yang harus kita sikapi. Bukankah kita sendiri yang telah menugaskan KNKT untuk melakukan evaluasi dan merilis berita di media nasional tentang peringkat kondisi penerbangan nasional kita? Hasil evaluasi tersebut telah menjadi santapan media internasiional dan adalah masuk akal bila EU dan Arab Saudi merasa perlu untuk melindungi keselamatan warganya, meskipun hati kecil dan menurut kacamata kita merasa tindakan mereka agak berlebihan. Namun semua itu adalah hak mereka sebagai negara berdaulat. Tinggal lagi, bagaimana kita menyikapi "nasi yg telah menjadi bubur". Mengapa kita tidak jadikan bubur jadi lontong saja? Dengan kasus ancaman dan pelarangan terbang ini, menurut hemat saya dapat menjadi momentum bagi bangsa kita untuk benar-benar melakukan introspeksi diri. Benar kata adagium "if you want to change the image, your should change the reality". Kita memang tidak kekurangan ahli dan orang pintar. Yang amat kurang selama ini adalah akhlak, kejujuran dan penegakan hukum. Kita sendiri belum dengar komentar Oom BJ Habibie. Ini adalah waktu yag paling tepat bagi kita untuk membenahi penanganan segenap sektor transportasi dengan tindakan profesional, menempatkan "the right men on the right places" dan bukan asal-asalan apalagi atas dasar nepotisme dan koncoisme. Khusus di sektor industri penerbangan, bila perlu sewa saja ahli dari Boeing atau Airbus untuk mengawasi pelaksanaan tugas inspeksi di maintenance centres yang ada serta menambah pelatihan bagi para ahlinya. Sejauh ini kiat belum penah mendengar atau membaca komentar BJ Habibie yang piawai di sektor industri yang satu ini. Sekali lagi, inilah saat yang paling tepat bagi kita untuk berbenah diri, termasuk benahi akhlak, sikap taat hukum dan peraturan yang benar (law enforcement) yang selama ini terasa sangat lemah hampir di semua lini.Sahat SitorusJl Bambu Duri 3Pondok BambuJakarta Timur
(nrl/nrl)











































