Bangkit Sepak Bola Indonesia

Bangkit Sepak Bola Indonesia

- detikNews
Rabu, 18 Jul 2007 14:31 WIB
Bangkit Sepak Bola Indonesia
Jakarta - Menyimak dua pertandingan Tim Nasional Indonesia sebelumnya di Piala Asia 2007, Indonesia melawan Bahrain dan Indonesia vs Saudi Arabia, mau tak mau membuat kaget dan penasaran. Bukan karena hasil skor tetapi cara bermain dan apa saja yang terjadi selama pertandingan berlangsung.Kalau ada pertanyaan apakah Tim Nasional Indonesia mengalami perubahan. Memang telah terjadi perubahan dalam dua pertandingan itu. Perubahan yang terlihat antara lain para pemain menjadi tampil agresif dan kolektif dalam melakukan penyerangan maupun bertahan. Pola dan karakter permainan berubah dari 3-5-2 menjadi 4-3-3 meski perubahan ini sempat diprotes PSSI. Mental dari mental "melayu" menjadi mental "menyerang". Sikap penonton yang sekarang begitu total dan punya "gaya dan karakter" dalam memberikan dukungan.Perubahan yang positif. Memang belum mencapai kesempurnaan tetapi melihat semangat dan kecepatan yang diperlihatkan dalam dua pertandingan itu membuat "semangat" penonton tergerak dan menjadi serius untuk terus menonton. Juga terlihat bagaimana antara penonton dan pemain akhirnya mempunyai hubungan yang mesra. Kekalahan Tim Nasional Indonesia saat melawan Arab Saudi walaupun sedikit kecewa akhirnya menjadi tidak penting. Saat pertandingan itu bagaimana Tim Indonesia terus menyerang dan bertahan dengan maksimal menjadikan para penonton memberikan kredit poin kepada Tim Nasional Indonesia karena ada "perjuangan untuk menang" yang dilakukan oleh para pemain.Kebanggaan pada Tim Nasional tumbuh bukan karena prestasi. Jika soal prestasi memang Tim Indonesia belum begitu bagus. Tetapi, yang membuat bangga itu muncul karena gaya permainan dan bagaimana Tim Nasional memperlihatkan keinginan untuk menang. Seperti zamannya kiper Hermansyah dan kawan-kawan dalam Pra Piala Dunia walaupun kandas. Zamannya Tim Indonesia ketika dilatih Henk Wullem. Terlihat bagaimana permainan Tim Nasional terorganisir dengan baik. Ada sikap disiplin, kepala dingin, dan organisasi permainan yang baik. Walau pada akhirnya kalah dalam adu penalti di grand final. Itu juga akhirnya jadi tidak penting. Tapi yang paling penting dalam sepak bola adalah bagaimana perjuangan dan totalitas itu ditunjukkan kepada penonton. Kalah atau menang. Memang baru dalam tahap itu. Belum bisa menuntut Tim Indonesia harus menang walaupun kemenangan adalah hal yang terpenting. Terutama di Piala Asia 2007 ini. Pasti maunya Tim Nasional menang dan meraih Piala Asia. Tetapi, kemenangan itu juga tumbuh karena faktor-faktor lain seperti teknik, strategi, dan hal-hal psikologis seperti mental dan semangat. Juga bukan diukur dari satu atau dua turnamen.Perubahan lainnya yang terlihat dalam momen Piala Asia 2007 ini adalah faktor penonton. Mereka mampu mengorganisir diri dengan baik dan total. Baru kali ini memang Tim Nasional ditonton dan didukung 100% oleh penontonnya sampai di luar stadion. Sampai ada juga yang membawa anak-anak mereka untuk turut menonton langsung ke stadion. Para penggila bola yang datang menjadi suporter ke Stadion Gelora Bung Karno sama seperti para pemain yang tergabung dalam Tim Nasional. Mereka mengalami "latihan" dan "pembelajaran" bagaimana mendukung tim sepak bola yang baik dan benar di Liga Nasional Indonesia.Apabila demikian, kalah atau pun menang menjadi tidak penting bagi penonton karena yang penting adalah totalitas dalam bermain bola. Totalitas yang akhirnya terintegrasi kepada penonton menjadi fanatisme dan kesetiaan yang tumbuh dan kemudian mengakar. Pertandingan Tim Indonesia melawan Tim Korea Selatan pada Piala Asia 2007 ini, menang atau kalah harus ada pelajaran yang dipetik. Tentu saja juga dari segi manajemen PSSI yang selama beberapa tahun belakangan selalu disorot negatif. Melempemnya Tim Nasional Indonesia selama ini bukan karena orang Indonesia tidak ada yang bisa bermain bola. Tetapi, kalau tidak diasah dan dilatih --selain itu juga diatur secara baik dan benar serta profesional, tidak bakal ada prestasi. Tidak mudah memang membangun prestasi tetapi sudah waktunya Tim Nasional Indonesia bangkit. Sudah waktunya masyarakat Indonesia datang ke Stadion Gelora Bung Karno menjadi suporter bagi Tim Nasional. Sudah waktunya Tim Nasional Indonesia bangkit. Setidak-tidaknya bangkit untuk melihat dan sadar bahwa tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang berbeda hanya soal prestasi. Bangkit sepak bola Indonesia. Christian A. PanjaitanStrada Codrii Cosminului nr. 35 Pitesti Judet Arges, Romaniabodath_747@yahoo.com+40728665937 (msh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads