Izzadina
Sebaiknya Tommy Mengalah Saja
Sabtu, 14 Apr 2007 09:20 WIB
Jakarta - Kasus perebutan hak asuh anak antara Tommy dengan Tata sepertinya akan menjadi kasus terpanjang yang melengkapi rangkaian kasus sejenis di tanah air, khususnya dari kalangan public figure. Jika ditilik kembali, bisa jadi kurangnya pemahaman alasan awal berumah tangga/ berkeluarga adalah dasar dari permasalahan semacam itu.Seringkali alasan berumah tangga pada awalnya adalah: takut jadi perawan, perjaka tua, karena didesak orang tua, untuk menjaga nama besar keluarga, karena sudah terlanjur berhubungan jauh, karena ingin perubahan, karena alasan ekonomi, dan lain-lain.Padahal, seharusnya alasan berumah tangga adalah untuk ibadah, membangun keluarga yang sakinah, mengambil seluruh tanggung jawab dan risiko dalam perkawinan, yang semuanya harus disadari, dipahami oleh kedua belah pihak (pasangan tersebut).Anak-anak tidak minta untuk dilahirkan, jika situasi sudah menjadi begitu rumit, sebaiknya salah satu pihak harus berbesar hati untuk mengalah. Jika orang tua tetap bersikukuh merasa dia yang terbaik dan paling pantas mendapatkan hak asuh, maka akan makan waktu lama dan panjang, sehingga kehilangan waktu untuk memberikan yang terbaik pada anak-anaknya.Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah berarti berbesar hati untuk mengikhlaskan yang terbaik demi situasi dan kondisi anak. Pada kasus Tommy - Tata, jika Tommy mengalah, dialah pemenang yang sesungguhnya. Dia akan meninggalkan kesan yang baik bagi mantan istrinya, yang selama ini mengasuh anak-anaknya. Dengan demikian pihak yang mendapatkan hak asuh anak tidak akan merasa terintimidasi, malah akan bekerja sama dengan baik demi masa depan anak-anak.Sebaiknya semua pihak introspeksi. Apakah selama pernikahan, suami menjaga hubungan eksklusif dengan istrinya, sementara di media massa cetak dan elektronik, beberapa wanita mengaku pernah menjadi istri dan punya anak dari sang suami tersebut? Bahkan masih ada yang sampai saat ini menuntut diakui?Apakah sang suami selama perkawinan lebih banyak waktu porsinya mengurus atau berinteraksi dengan anak daripada istri?Akses menuju anak tidak mungkin ditutupi, jika Tommy melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada mantan istrinya. Namun di sini agar betul-betul empat mata, tidak ada pengacara, tidak ada media massa, tidak ada orang ketiga, tidak ada bodyguard. Jangan sampai kepercayaan yang akan diberikan oleh Tata disalahgunakan oleh Tommy jika ingin memiliki kesepakatan. Bagaimanapun juga hanya Tommy dan Tatalah yang saling tahu perilaku masing-masing, sementara publik hanya melihat figur yang selama ini ingin ditampilkan oleh mereka.Men are from Mars, Women are from Venus. Mudah-mudahan saat rembukan terjadi, masing-masing pihak dapat mengontrol emosi, sehingga dapat dicapai kesepakatan yang terbaik untuk anak-anak, amanat Yang Maha Kuasa.IzzadinaEmail: izzadina@yahoo.com_________________________
(ana/ana)











































