IPDN = Institut Premanisme Dalam Negeri

Hariyanto Imadha

IPDN = Institut Premanisme Dalam Negeri

- detikNews
Kamis, 05 Apr 2007 15:37 WIB
Jakarta - Lagi, satu nyawa melayang sia-sia. Seorang peserta IPDN bernama Cliff Muntu telah menjadi korban (kabarnya ke-37) akibat perbuatan brutal para seniornya. Ini merupakan salah satu bukti bahwa penggabungan antara STPDN dan sekolah tinggi sejenis dan mengubah namanya bukan solusi yang tepat.Penyebabnya yaitu IPDN masih menggunakan paradigma lama, antara lain adanya program pembinaan yang tidak tepat sasaran. Sistem pembinaan IPDN selama ini tidak menjamin alumninya akan menjadi pamong praja yang berdisiplin dan menjadi panutan masyarakat.Bahkan, kabarnya kegiatan seks bebas dan narkoba juga sudah berlangsung lama. Namun, tidak pernah ada kebijakan yang mampu mencegah semua efek negatif yang ada di dalam lingkungan IPDN. Sebenarnya banyak alternatif solusi yang bisa dilakukan. Antara lain, hapuskan sistem pembinaan yang bergaya brutal. Hindarkan berbagai bentuk kegiatan yang bersifat vertikal (antara senior - yunior). Biarkan persahabatan antara senior dan yunior terjadi secara alami. Bentuklah tim pengawas yang bertanggung jawab penuh terhadap semua kegiatan yang ada di kampus tersebut. Sanksi yang tegas (dipecat) bagi tiap peserta yang melakukan pelanggaran fatal (sek bebas, narkoba, komersialisasai sarana kampus, pemerasan dan berbagai bentuk kekerasan). Sanksi keras juga wajib dijatuhan kepada tim pengawas yang tidak efektif. Dengan demikian, tanggung jawab tetap ada di pundak rektor. Artinya, apabila di kemudian hari terjadi korban lagi, maka di samping pelakunya dipecat dan diproses secara hukum, maka konsekuensinya rektornyapun harus diganti.Hariyanto ImadhaJl AIS Nasution 5Bojonegoro - Jatim___________________ (ana/ana)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait