Laily Muzdalifah
Kenangan Dahil Sa Yo Prof Koesnadi
Jumat, 09 Mar 2007 13:44 WIB
Jakarta - Pertama saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Prof Koesnadi Hardjasumantri sebagai korban tewas dalam kecelakaan pesawat Garuda Indonesia di Yogyakarta, Rabu 7 Maret 2007. Saya mengikuti perkembangan berita tragedi Garuda yang merenggut nyawa Prof Koesnadi melalui detikcom. Terima kasih atas detail berita yang Anda muat, sehingga saya selalu update tiap detik, meskipun detikcom sempat kecolongan dengan memberitakan "Pak Koes masih sehat walafiat". Saya Leli, mantan mahasiswa UGM angkatan 1987 dari Sastra Inggris. Meskipun tidak terlalu dekat dengan almarhum. Namun saya memiliki banyak kenangan dengan beliau (tidak dekat saja banyak kenangan, apalagi yang dekat). Melalui surat ini saya ingin menyampaikan kesan pribadi saya tentang almarhum. Pak Koes orangnya disiplin dan tepat waktu, serta mau menghargai aktivitas mahasiswa. Pernah beliau menghadiri acara final lomba tari mahasiswa yang kami adakan waktu itu karena beliau juga senang menari. Beliau hadir tepat pukul 9 pagi sesuai undangan kami dengan berjalan kaki dari rumahnya (karena UC dimana acara berlangsung letaknya hanya beberapa meter saja dari rumah beliau di Bulaksumur). Sementara kami panitianya masih nyantai - nyantai dan sama sekali tidak mengira beliau akan hadir ON TIME. Akibatnya kami semua jadi panik dan langsung sibuk "mempercepat" mulainya acara, yang biasanya selalu dimulai molor hehehe.... Lalu, alm Prof Koesnadi memiliki lagu favorit yaitu DAHIL SA YO, sebuah lagu terkenal dari Phillipine dengan bahasa Tagalog. Di mana pun beliau berada dalam setiap event apapun jika didaulat menyanyi selalu menyanyikan lagu tersebut. Saya ingat sewaktu kami 'anak gelanggang' jadi pengisi acara pementasan drama musik kolosal dalam rangka memperingati Serangan Oemoem 1 Maret. Tempatnya di Tugu SU 1 Maret di perempatan Kantor Pos, kalau tidak salah 1 Maret 1990? Malam hari. Acaranya dihadiri oleh pejabat tinggi pemerintahan termasuk Gubernur DIY Sri Sultan HBX. Seusai pementasan alm ditemani beberapa ketua panitia menyempatkan diri menemui kami para mahasiswa UGM yang tadi jadi pengisi acara di ruang ganti yang besar. Kalau tidak salah itu sebenarnya Senisono Hall yang kami fungsikan jadi ruang ganti/make-up raksasa, mengingat jumlah pengisi acara yg banyak (kolosal). Dan yang ada di ruang ganti itu tidak cuma mahasiswa UGM saja, tapi juga mahasiswa ISI. Kemunculan beliau di pintu masuk langsung kami ketahui dan spontan saat itu semua mahasiswa langsung bersorak-sorak dan bertepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) menyambut beliau dengan riuh, bahkan sampai bersuit-suit. Beberapa anggota Paduan Suara yang memang sedang berkumpul di satu sudut tanpa dikomando spontan menyanyikan DAHIL SA YO tanpa diiringi instrumen musik sebagai sambutan untuk Bapak rektor tercinta. Cowok-cowok yang badannya gede juga spontan menggendong beliau dan ketua panitia ibarat juara dunia tinju saja. Expressi kegembiraan yang spontan tercetus itu adalah sebagai rasa syukur karena suksesnya acara dan sekaligus rasa bangga memiliki rektor yang coll dan Top habis macam Prof Koesnadi.Sungguh suatu kenangan yang amat indah dan mengharukan...Selamat jalan Bapak... Laily MuzdalifahEmail:lailymuzdalifah@axisadjusters.com__________________________________________
(ana/ana)











































