Tim Indonesia merasa dirugikan oleh kepemimpinan wasit utama Muhammad Radi dari Singapura. Bahkan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sendiri hadir dan menyaksikan pertandingan tersebut. Para pemain Indonesia merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit yang dianggap tidak seharusnya.
Contohnya, Lena yang tekongnya dianggap 'fault' sebanyak 3 kali, sehingga set pertama pun berakhir dengan keunggulan Malaysia 22-20. Di set kedua juga sama, Indonesia kembali dirugikan, dimana tekong Lena dianggap fault sebanyak 5 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wasit seharusnya jujur dan adil
Secara bahasa saja sudah jelas makna wasit, yaitu penengah. Jadi, tidak ada ceritanya memihak kesana dan kesini. Walaupun, misalnya, ia fans dari salah satu grup yang bertanding, tetap saja saat itu posisinya sebagai penengah alias wasit, bukan fans.
Lain halnya jika posisinya sebagai fans atau pendukung, silahkan ia dukung timnya dan "menjatuhkan" tim lainnya. Wasit itu harus berdiri tegak di atas aturan yang sudah dibuat, dan harus bersikap profesional. Jangan sampai rasa cintanya kepada suatu tim, membuatnya membuat keputusan yang tidak adil dan tidak fair, yang jelas-jelas merugikan pihak lainnya.
Dan ini tentunya menjadi bahan intropeksi tersendiri bagi pihak penyelenggara, Malaysia. Jangan sampai tindakan-tindakan seperti ini merusak profesionalitas dalam dunia olahraga.
Dalam dunia pertandingan, menang kalah itu biasa. Namun, harus dengan cara yang fair, bukan curang atau dicurangi.
Denis Arifandi Pakih Sati
frameislami.blogdetik.com (wwn/wwn)











































