DetikNews
Selasa 15 Agustus 2017, 12:45 WIB

Apakah Dahulu Para Koruptor Ikut Pramuka?

Denis Arifandi Pakih Sati - detikNews
Apakah Dahulu Para Koruptor Ikut Pramuka? Foto: Denis Arifandi
Jakarta - Selamat Hari Pramuka, Kakak. Setiap tanggal 14 Agustus, kita memperingati Hari Pramuka Indonesia dan tahun ini usianya sudah mencapai 56 tahun. Dulu, ketika masih sekolah di sekolah menengah, saya adalah seorang Pramuka Aktif.

Saya sangat menyenanginya, sebagaimana saya menyenangi dunia bermain. Beberapa kali saya ikut lomba Pramuka, walaupun tidak juara, namun hati tetap gembira. Sesuai dengan lagunya "disana senang, disini senang".

Banyak hal yang kita dapatkan dari kegiatan Pramuka ini, seperti kemandirian, keberanian, kedisiplinan dan banyak lagi yang lainnya. Semua itu akan memberikan nilai-nilai positif dalam kehidupan di kemudian hari.

Jika kita melihat tujuan Pramuka itu sendiri, maka akan tercakup dalam beberapa poin berikut:
  1. Anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
  2. Anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
  3. Anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
  4. Anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.


Lalu apakah dahulu para koruptor mereka dahulu ikut kegiatan Pramuka?

Jika melihat usia pramuka yang sudah 56 tahun, maka sepertinya sebagian besar para tersangka koruptor dahulu juga ikut Pramuka. Lazimnya, setiap orang yang belajar di Indonesia, yang pernah mencicipi pendidikan di Indonesia, baik di SD, SMP atau SMA, pasti merasakan yang namanya Pramuka.

Namun, apakah mereka mengikutinya hanya karena paksaan karena sekolah mewajibkan? Atau tidak ikut sama sekali? Atau melarikan diri ketika waktunya kegiatan Pramuka?

Rata-rata koruptor itu orang pintar, saya yakin mereka ikut kegiatan Pramuka. Bahkan mungkin aktif. Hanya saja masalahnya, apakah mereka menghayati dan mengamalkan dengan baik tujuan Pramuka tadi, terutama bagian:

"Anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya". Saya yakin mereka tahu ini. Tapi lupa karena sudah tertutupi Syahwat Korupsi.

Jika nilai Pramuka itu ada di dalam diri, maka mendekati korupsi pun tidak akan berani. Akan selalu mawas diri di tengah gejolak politik yang tidak kenal nurani. Itulah Pramuka, nilai-nilai mulia yang seringkali terabaikan.

Dihafalkan ketika belia, dilupakan ketika dewasa dan benar benar lupa ketika tua. Moment hari Pramuka hendaknya membuat kita semakin jaya, terutama bagi para pemudanya, sebab merekalah harapan bangsa.


Denis Arifandi Pakih Sati
Pengamat masalah Hukum, Sosial dan Politik Keislaman
frameislami.blogdetik.com
(wwn/wwn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed