DetikNews
Rabu 13 Juli 2016, 06:44 WIB

Mengurai Macet, Terapkan Lalin 1 Arah Pada Jam Sibuk

Sahat Sitorus - detikNews
Mengurai Macet, Terapkan Lalin 1 Arah Pada Jam Sibuk ilustrasi Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Lalu lintas Jakarta pelan tapi pasti tengah menuju 'kiamat', kondisi lumpuh dan macet total (deadlock). Kita alpa belajar dari pengalaman pahit kota Metro Manila dan Bangkok pada tahun 1980-an.

Dampak sosial yang ditimbulkannya sangat nyata: beban ekonomi rakyat semakin berat, ongkos kerja pengusaha dan beban anggaran pemerintah semakin besar, volume kebutuhan BBM terus merangkak.

Hampir semua pengguna jalan dipastikan telah dan akan mengalami gangguan fisik dan psikis atau emosional, lekas marah dan tersinggung, stress-depresi akibat tekanan berat di jalan raya hingga memperpendek rata-rata usia harapan hidup.

Mencari oknum biang kerok penyebab masalah transpotasi yang semakin memburuk (mantan pejabat) di tengah absennya moda transportasi massal (MRT-MTR) yang seharusnya ada di kota sebesar Jakarta dan Jabodetabek bukanlah opsi yang pas saat ini.

Pemangku kepentingan saat ini harus bertindak cepat, olah pikir, asah nyali untuk menawarkan jalan keluar tetapi bukan kebijakan sewaktu alais jalan pintas mengarah ke pencitraan.

Kiamat macet lalin Jakarta sudah hampir pasti jika tidak ada terobosan cepat dan konkrit. Ada kebijakan alternatif mengurangi kemacetan sangat ekstrim saat ini antara lain:

1. Pemda DKI agar segera merasionalisasi jumlah angkot, mikrolet dan metro mini, kopaja, dll yang berseliweran di DKI Jakarta yang telah melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga menjadi biang pemicu kemacetan.

Segera pasang radar di seluruh jalur Busway, terapkan manajemen profesional dan pastikan pelayanan armada on-time pada jam sibuk agar diminati rakyat. Dahulukan motto Pelayanan Publik: penumpang adalah Raja dan Ratu.

2. Hapuskan kebijakan 3 in 1 dan segera terapkan sistem buka tutup 1 (satu) arah khusus memasuki kota Jakarta pada periode tertentu pagi hari (pukul 06.00-08.00) dan ke luar dari kota Jakarta pada sore hari (18.00-19.30).

Jalur-jalur utama yang dapat diuji coba, misalnya: Jl. Thamrin, Sudirman hingga Fatmawati, Daan Mogot, Matraman hingga Cililitan, Pramuka, dari Senen hingga Pulo Gadung, HR Rasuna Said hingga Ragunan, Dr. Sahardjo hingga Pasar Minggu serta sejumlah ruas jalan yang padat lainnya.

3. Mumpung aparat masih bersemangat dipimpin Kapolda yang baru, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Pemda DKI agar tegas menegakkan hukum bagi pelawan arus yang mengacaukan lalin dan memperbanyak jalan 1 arah permanen pada sejumlah ruas jalan utama-protokol Jakarta untuk mempermudah pergerakan lalulintas.


Sahat Sitorus
Pemerhati masalah sosial
sahatsitorus2015@yahoo.com
(wwn/wwn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed