Dampaknya cukup terasa, perpecahan di tubuh internal partai berlambang bintang Mercy ini pun menyeruak. Sebagian loyalis Anas siap untuk mengundurkan diri dari Demokrat.
Tak sampai disitu, pasca penguncuran dirinya, Anas seolah melawan dengan munculnya beberapa kejutan. Diantaranya hadirlah isu heboh keterlibatan Ibas Yudhoyono dalam kasus Hambalang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekedar persoalan korupsi
Setelah bertubi-tubi tertimpa masalah, partai pemenang pemilu 2009 ini pun elektabilitasnya turun anjlok. Image korupsi sudah begitu melekat dengan partai jawara pemilu 2009 ini. Namun sejatinya bukan sekedar itu saja yang menyebabkan turunnya elektabilitas PD. Pun ada faktor lain, diantaranya:
Pertama: Buruknya kinerja Menteri dari Demokrat. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai kinerja para menteri dari Partai Demokrat adalah yang terburuk dibandingkan dengan partai-partai koalisi lainnya.
Penilaian dari hasil survei itu menempatkan pada pemahaman publik bahwa kinerja menteri-menteri yang berasal dari Partai Demokrat tidak memuaskan. Sebanyak 42,56% publik menilai tidak puas.
Kedua: Lunturnya figuritas SBY. Partai Demokrat adalah sebuah partai figuritas, belum terbangun sebuah sistem kepartaian yang baik. Alhasil ketika Leadership SBY menurun, maka elektabilitas partai juga menurun. Selama ini SBY dinilai sebagai seorang pemimpin yang lamban, sering galau ketimbang santun.
Ketiga: Gagalnya pemerintahan SBY. Saat ini pemerintah gagal dalam menangani krisis multidimensi di Indonesia. Peningkatan justru pada utang. Sepanjang 2012 lalu, utang pemerintah Indonesia bertambah Rp 166,47 triliun.
Hingga akhir 2012, total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 1.975,42 triliun. Utang pemerintah Indonesia berada di level 27,3% hingga akhir 2012 (detik.com, 28/01/13), Kemiskinan masih banyak, korupsi menggurita, lemahnya penegakkan hukum, maraknya konflik horizontal, pun dekadensi moral kian merajalela.
Sebagai partai penguasa, tentu Partai Demokrat menjadi yang paling bertanggung jawab.
Partai yang shahih
Menurut Budiardjo Miriam, Parpol adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggota nya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. (Budiardjo, Miriam, Pengantar Ilmu Politik, Gramedia, Jakarta, 2000)
Pelajaran dari kasus Demokrat menunjukkan kegagalan sistematis didirikannya sebuah partai politik. Ketika partai di bentuk tidak berdasarkan fikrah dan thariqah Islam, serta antar anggotanya tidak diikat dengan ikatan akidah Islam maka hanya menimbulkan kekacauan.
Partai politik seperti ini hanya mementingkan kepentingan kelompoknya ketimbang kepentingan masyarakat. Kekuasaan menjadi tujuan utama, sehingga cenderung menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan.
Faktor kepentingan menjadi pengikat diantara para kader, sehingga jika berseberangan kepentingan niscaya menjadi kisruh. Tak ada sahabat sejati dalam demokrasi, adanya kepentingan sejati.
Partai politik yang sejati adalah partai yang mengambil Islam sebagai Ideologi, menetapkan ide-ide, hukum-hukum dan memecahan problematika sesuai syariah Islam berdasar Kitabullah dan Sunnah Rasul. Tak kalah penting, metode operasionalnya mencontoh metode (thariqah) Rasulullah Saw.
Partai politik seperti ini menganggap kekuasaan bukanlah tujuan utama, melainkan sebagai sarana; untuk menerapkan sistem Islam secara kaffah.
Sebab hanya dengan menggunakan aturan yang bersumber dari Ilahi sajalah yang dapat mengatasi kirisi multidimensi di negri ini. Sistem sekulerisme nyata-nyata sudah gagal.
Karena itu, mari dukung dan ikut berjuang dengan Partai yang sungguh-sungguh berjuang menerapkan system Islam dalam bingkai Negara khilafah.
Sesuai dengan firman Allah Swt: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang- orang yang beruntung (TQS. Ali Imran 104).
*Penulis adalah Pemerhati Politik, dan Analis CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst)
Ali Mustofa
Gang Nusa Indah, Cemani, Solo
alie_jawai@yahoo.com
083866242539
(wwn/wwn)











































