Antara Mataram, Pewayangan dan Lagu Om Iwan Fals

Antara Mataram, Pewayangan dan Lagu Om Iwan Fals

- detikNews
Kamis, 14 Feb 2013 14:52 WIB
Antara Mataram, Pewayangan dan Lagu Om Iwan Fals
Jakarta - Tabir gelap yang dulu hinggap lambat laun mulai terungkap,labil tawamu tak pasti tangismu jelas membuat aku sangat ingin mencari.

Apa yang tersembunyi di balik manis senyummu,apa yang tersembunyi di balik bening dua matamu, dapat kutemui, mengapa engkau tak pasti lalu aku coba untuk mengerti..

Tersebut diatas adalah lirik lagu: Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu. Oleh Iwan Fals, salah satu Begawan musik Indonesia (INA) miliki saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada apa? 'Hantu Blau'?

Belakangan Republik Indonesia (INA) 'ramai' dengan cerita 'Surat Perintah Penyidikan'(Sprindik, bukan Sprinter ya).

Ini seperti adanya 'Hantu Blau' di siang hari bolong (padahal siang tidak bolong, dan Hantu kapan saja, dimana saja, persis minuman bersoda. Ada dimana saja. Itu 'Hantu Blau'?). Aneh tetapi nyata.

Mungkin Kita Melupakan Suri Tauladan

Ada pengayom bijak atas dasar apa yang pernah INA alami dimasa lalu dan semua 'berputar' bagai sebuah 'roda', itulah dunia yang berputar.

Ada saat di 'Bawah' dan ada saat di ' Atas'. Bukan 'neko-neko'. Masih ingat: Ing Ngarso Sun Tulodo-Ing Madyo Mangun Karso-Tut Wuri Handayani.

Coba kita lihat: Tut Wuri : Mengikuti dari belakang, Handayani: Memberikan motivasi (semangat) dan Moral.

Secara lengkap : Ing Ngarso Sun Tulodo- Ing Madyo Mangun Karso-Tut Wuri Handayani, memiliki harfiah kurang lebih : "Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan".

Apabila misal : Seorang guru atau pendidik pada saat didepan murid harus memberikan contoh yang baik dan bijak dalam segala hal khususnya perilaku.

Pada saat ditengah-tengah murid mampu memberikan ide dan prakarsa. Pada saat dibelakang dapat memberikan semangat dan dorongan moral.

Kesimpulan dari pengertian tersebut adalah : Bahwa seorang pemimpin atau pendidik sudah seharusnya memiliki 3 sifat seperti yang terdapat dalam tiga kalimat tersebut.

Mau Melihat Kisah: Panembahan Senopati, Gatot Kaca atau Shakuni dalam wiracarita Mahabhara? Melihat kisah yang mana? atau tidak satu diantaranya?.

Senopati Ingalaga (yang artinya "panglima di medan perang"), kemudian , Senopati menjadi raja pertama Mataram bergelar Panembahan. Menjadi Panembahan Senopati.

Shakuni atau Saubala. Dalam Kisah Mahabharata adalah seorang tokoh antagonis dalam wiracarita Mahabhara?

Atau Gatotkaca yang telah tewas seketika. Arwah Kalabendana kemudian melemparkan mayatnya ke arah Karna. Karna berhasil melompat sehingga lolos dari maut. Namun keretanya hancur, tertimpa tubuh Gatotkaca yang meluncur kencang dari angkasa.

Akibatnya, pecahan kereta tersebut melesat ke segala arah dan menewaskan para prajurit Korawa yang berada di sekitarnya. Tidak terhitung banyaknya berapa jumlah mereka yang mati.

Mari Kita kembali membuka Sejarah, literatur lagu Indonesia yang Positif serta cerita Dunia Pewayangan, seiring dengan waktu, Kita terus belajar.

Tanpa adanya Suri Tauladan maka sama dengan 'Hantu Blau'. Semoga bukan satu diantara Kita.

*Penulis adalah alumni Magister Hukum UNPAD Bandung


Yusuf Senopati Riyanto
yusuf_riyanto@yahoo.com
02170609225

(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads