Apa sajakah latar belakang para pelakunya, mari kita simak bersama pengakuan dari seorang pelajar SMA, yang namanya kami samarkan menjadi Lyla.
Semua bermula ketika saya berteman dengan salah satu teman saya di sekolah yang bernama Lulu (nama samaran). Awalnya Lulu memperlihatkan saya sebuah video porno, dan kebetulan itu adalah saat pertama saya melihat video itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suatu hari Lulu meperkenalkan saya dengan teman lelakinya yang bernama Doni (nama samaran). Doni dan saya pun berteman dan selang beberapa minggu kami akhirnya berpacaran.
Ini bukan kali pertama saya berpacaran namun kali terakhir saya berpacaran, karena Doni telah menghamili saya.
Semua ini terjadi di luar kesadaran kami, bukan karena di bawah pengaruh minuman atau obat-obatan terlarang namun karena kami tidak bisa lagi menahan hawa nafsu kami untuk melakukan hubungan terlarang itu.
Lambat laun kami semakin sering melakukan hubungan terlarang itu, kami biasa melakukannya saat rumah dari salah satu kami kosong.
Akhirnya saya dan orang-orang terdekat saya sadar terjadi perubahan terhadap bentuk tubuh saya, bukan hanya itu saja tapi juga dengan pola makan, dan tingkah laku saya.
Lulu memberikan saya sebuah tes kehamilan dan hasilnya positif saya hamil. Saya bingung, takut, marah, dan kecewa terhadap diri saya sendiri.
Ingin sekali saya mengeluarkan janin yang ada di dalam rahim saya saat itu juga namun Lulu menghentikan niat saya, kemudian Lulu segera menelpon Doni dan tak lama kemudian Doni datang.
Doni, Lulu, dan saya duduk membisu, kami tak tahu harus berbuat apa, selang beberapa saat di dalam keheningan akhirnya suaraku pun yang memecahkan keheningan tersebut .
Aku berkata ini adalah jalan terakhir selain aborsi, mau tidak mau kita harus memberitahukan semua ini kepada orang tua dan keluarga kita. Saya dan Doni akhirnya memberanikan diri untuk menghadap kedua orang tua kami, dan apa yang kami takutkan benar-benar terjadi.
Kedua orang tua kami khususnya keluargaku tidak terima dengan kenyataan ini, kami dibiarkan begitu saja. Orang tuaku dan orang tua Doni tidak mau menerima kami lagi walaupun kami adalah anak kandung mereka, karena kesal dan malu dengan perbuatan berdosa yang kami lakukan.
Kami bingung apa lagi yang harus kami lakukan akhirnya kami memutuskan untuk melakukan tindakan aborsi, karena kami tidak mau lagi dijauhi orang-orang terdekat kami.
Setelah beberapa minggu kemudian kami diterima lagi dikeluarga kami, kami tahu kami telah berdosa tetapi untuk menjaga nama baik keluarga, kami rela membunuh janin yang ada di dalam rahimku.
Setelah semua masalah selesai saya dan Doni akhirnya berpisah, ini adalah keputusan keluarga kami bersama, kata mereka semua ini agar nama baik keluarga dapat kembali, sedih memang namun saya dan Doni akhirnya bisa menerima ini semua.
Demikianlah pengakuan dari Lyla, begitu menakutkan bukan apa yang terjadi dengannya dan Doni, berikut ini adalah cara penegahan dan penyelesaian masalah seks bebas dikalangan remaja.
Pencegahan, buatlah dirimu sibuk dengan berbagai kegiatan yang dapat membuatmu maju dan berkembang, misalnya kamu mengikuti suatu komunitas tertentu seperti komunitas peduli lingkungan.
Atau kamu bisa mengikuti les sore yang dapat membantumu dalam belajar di sekolah, pokoknya buat dirimu sibuk dengan hal-hal yag bermanfaat.
Usahakan jangan ada waktu untuk melamun dan bersantai-santai saja, dan jangan juga terlalu sering menghabiskan waktu bersama pacar bila kamu punya pacar.
Penyelesaian, ini adalah penyelesaian bila kamu sudah terjerumus di dalam masalah seks bebas. Yang pertama beranikan dirimu untuk tidak melakukan tindakan aborsi.
Karena disamping tindakan itu adalah perbuatan yang berdosa atau dilarang agama, dampak buruk terhadap kesehatan si ibu pun menjadi masalahnya.
Bisa saja si ibu malah tidak dapat menyelamatkan si anak pada saat proses persalinan, karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman mengenai persalinan, bisa juga malah nyawa si ibu yang terancam, pada saat proses persalinan.
Oleh karena itu berpikirlah dua kali sebelum kamu mau melaukan tindakan aborsi, selanjutnya beranikan dirimu juga bersama pasanganmu untuk mengakui kesalahan kalian kepada kedua orang tua kalian.
Jangan takut untuk mengakui kesalahan kalian, soal dimarahi, dijauhi, ataupun dibenci menjadi masalah belakangannya saja jangan buat pikiran kalian menjadi semakin terbebani dan malah tidak akan menyelesaikan masalah.
Hadapilah segala ketakutan kalian dengan ber ani. Kita sebagai anak muda penerus bangsa harus berani mengatakan TIDAK pada hal-hal yang dianggap negative dan katakan IYA untuk hal-hal yang positif.
Demikianlah sedikit pengalaman dan cara-cara pencegahanan ataupun penyelesaian masalah seks bebas dikalangan remaja Nabire, yang dapat kami sampaikan.
*Tim Penulis: Beatriks Stevyanti Sirken, Dianti Elma Iriani Barguna, Valent Jaya Arlandy dari SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, Papua
Valent Jaya Arlandy
Jl. Drs. A. Gobay, Nabire, Papua
valentinikarlandy46@gmail.com
082271557846
(wwn/wwn)











































