Memulai Tahun Baru Dengan Aktivitas Suram

Memulai Tahun Baru Dengan Aktivitas Suram

Mei Indah Sari - detikNews
Selasa, 01 Jan 2013 07:39 WIB
Memulai Tahun Baru Dengan Aktivitas Suram
Jakarta - Tidak terasa perjalanan hidup di tahun 2012 ini sudah berlalu berganti menjadi 2013, sungguh merupakan angka yang tidak kecil. Penghujung tahun dan hari pertama tahun baru masehi merupakan momen yang sangat berharga bagi sebagian orang.

Mereka menyiapkan segala sesuatu, dengan berbagai macam pesta untuk menyambut tahun baru. Apabila waktunya telah tiba, mereka bergembira dan dengan serentak meniup terompet dan berpesta kembang api.

Pawai sepeda motor pun dimulai dengan menarik gas sepenuhnya disertai yel-yel yang memekakkan telinga. Mereka pun menghadiri panggung-panggung hiburan konser musik yang digelar di berbagai tempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya perayaan malam tahun baru menjadi puncak kemaksiatan. Anak-anak muda melakukan hura-hura, pesta narkoba, hingga seks bebas, dengan alasan merayakan malam tahun baru.

Sebagai seorang muslim, kita harus tahu terlebih dahulu makna dibalik perayaan tahun baru masehi ini dan hukum ketika ikut merayakannya. Perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam.

Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.

Dan hukum ikut merayakan perayaan tahun baru masehi bagi orang muslim adalah haram, hal ini berkaitan dengan larangan menyerupai suatu kaum (baik ibadahnya, adat-istiadanya, juga gaya hidupnya), Rasulullah saw. bersabda:

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka" (HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya jilid II, hlm. 50).

Selain itu hura-hura di malam tahun baru menjadi cerminan bahwa kapitalisme semakin berhasil dihembuskan kepada kaum muslim.

Kapitalisme mengutamakan kepentingan kapital, di mana ada dorongan kuat untuk digelar acara-acara hedonis dan hura-hura. Di balik acara tahun baru ada kepentingan bisnis, mendorong masyarakat untuk membelanjakan uangnya sebanyak-banyaknya.

Perubahan waktu ini harusnya kita jadikan momentum untuk mengevaluasi diri, karena seharusnya kita sebagai kaum muslim lebih baik memikirkan nasib umat Islam yang kian terpuruk.

Perlu diketahui bahwa kaum muslim saat ini sedang berada dalam jajahan kapitalisme yang senantiasa menyibukkan kaum muslim dengan gemerlapnya dunia.

Seharusnya sebagai kaum muslim kita ikut memperjuangkan kembalinya penegakan Islam, serta tidak perlu untuk ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi yang digelimangi dengan aktivitas penuh dosa.

Saatnyalah kita sadar dan kembali kepada jalan yang benar yaitu berpegang teguh kepada Islam. Karena Islamlah yang bisa menjaga aqidah (kepercayaan).

*Penulis adalah Mahasiswi Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia


Mei Indah Sari
Jl GegerSuni, Bandung
moy_physic@yahoo.com
085720857762

(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads